JENUH ITU KEMBALI

7 Nov 2012
Suara kicau burung di pagi hari, terdengar menembus langit langit kamarku. Aku masih terbaring pulas, malas untuk beranjak bangun. Tapi sepertinya bila aku terus tertidur, matahari yang merona di ufuk timur sana akan sangat marah kepadaku. Aku mencoba bandel dan memutuskan untuk tidur kembali, tapi karena sinar matahari itu tajam akhirnya tak kuasa ku menahan. Okey …. aku menyerah dan akan bangun. Indahnya pagi beserta cahaya matahari pagi juga mulai menyentuh seluruh isi ruangan kamarku yang cukup lebar dan membuatnya semakin tambah hangat saja.

Aku harus bersiap siap untuk mandi karena hari ini adalah hari Selasa. Dan seperti biasa, hari ini aku harus berangkat lebih pagi karena pastinya kerjaanku di kantor sudah berteriak teriak memanggil aku untuk segera ku selesaikan. Sembari memanasi motor kesayanganku, aku melihat agendaku saat ini sehingga tidak ada barang apapun yang tertinggal kala aku berada di kantor nanti. Brow, tau gak kalau motor kesayanganku itu aku beri nama t’red devile, karena selain warnanya merah dia juga bisa lari kenceng dengan frequensi 125cc nya, hahahahahaha…..

Seragam sudah terpakai rapi dibadanku, laptop Axiooku juga siap aku masukkan, alat tulis, buku agenda, sepatu juga siap aku gunakan. Emmmmmhhh …… kayaknya sudah siap untuk lets going to job. Dengan mengucapkan salam dan tak lupa mencium tangan mamaku aku beranjak dari rumah sederhanaku menuju kantorku yang jaraknya cukup lumayan aku tempuh, yap betul 31 Km dari rumah, hehehe…. Jauh kan ????

****

Setibaku dikantor, pemandangaku agak aneh melirik kawan kerjaku, dia tak seperti biasanya, dia tak seharum setiap harinya (gak mandi kali ya…). Mukanya ditekuk bulat seperti kue donat yang tak ber mesis. Sebut saja namanya Fatimah atau setiap hari kerap dipanggil Meme, ibu dari satu anak ini tak biasanya galau dan diam. Biasanya dia paling cerewet di kantor, dialah penguasa lantai satu kantorku, hahaha….iya betul dia adalah seorang admin disini jadi tak heran bila dia cerewetnya minta gaji (eh salah) minta ampun ya …??

Akhirnya ketika aku sudah tidak tahan dengan merengutnya wajah itu, akhirnya aku beranikan menyapanya, dengan harapan sesuatu yang tabu itu akan segera kulenyapkan dari Meme saat ini. “hai, kenapa tu muka ditekuk kayak donat begitu? Berharap kamu tambah cantik? Jawabannya nggak besar!” sapaku saat itu, dia hanya tersenyum manis walau agak terpaksa dan mencoba mengalihkan perhatiannku. Aku diam dan mengejek “dasar orang aneh” dia pula tak berkata dan malah memalingkan mukanya kepadaku dan sedikit melotot. Tau nggak brow kalau mukanya Meme sudah kayak begitu dia mungkin sama dengan kucing yang mengasah kukunya di pohon rambutan dan siap mencabik cabik muka siapapun yang mengejeknya. Akhirnya dari pada itu terjadi lebih baik aku segera menghilang dari pandangannya alias kabuurrr….

Aku masih tidak banyak mengerti dengan sikapnya yang agak berubah hari ini, namun sebagai kawan yang baik dan sama seprofesi sebagai admin aku hanya bisa berdoa semoga rasa galau yang menjadi irama lagunya Meme hari ini segera pergi dan Meme bisa kembali ceria melayani setiap costumer yang meminta bantuan untuk hanya menginjeckkan dompul, RSO, L2 ataupun perdana yang setiap waktu datang kepadanya.

Siang haripun tiba dan rasa penasaranku masih saja mengombak di karang hati ini (hehehe lebay), terus kutelusuri apa yang membuat Meme menjadi seperti ini. Biasanya jam segini adalah jam dimana kita dijadualkan setiap harinya untuk menikmati karya sang maestro checf mamaku, yap betul sekali masakan yang setiap harinya dibawakan mamaku itu selalu kumakan bersama Meme, walau sedikit ilfeel sich “tiap hari kok selalu nebeng makanan orang, hufh..membosankan” hahaha…. Nggak ya itu bercanda, tau nggak sob kenapa kok setiap aku makan aku selalu ingin menikmatinya bersama Meme, karena mungkin itu sebuah wujud rasa terimakasihku kepadanya, karena sudah rela memperhatikannku setiap hari, kalau bisa dibilang dia ibu saya di kantor (tapi yang merasa sekarang lagi dekat dengan Meme jangan keburu naik pitam ya)
Nah tau nggak sob dimoment ini selalu ada session curhat diantara kita, mulai dari asmara, keluarga, persahabatan, masalah kantor, dan lain lain. Atau biasa orang umum bilang ngerasani uwong dan bahasa resminya nggosip digosok makin sip.

Disinilah Meme meluapkan kesedihannya dari tadi, intinya dia kesepian di lantai bawah sendirian tanpa teman, karena teman yang satu devisi dengannya sudah memutuskan untuk pergi dan pindah ke tempat lain sebut saja namanya Linda atau yang biasa aku panggil Asmirandah hahaha….
Kuputuskan untuk menemaninya sejenak dan sambil lalu aku ngobrol dengannnya dan di setiap sela pembicaraan kita Meme selalu mengucapkan kata kata “jenuh dengan semua ini”

“pokoknya aku jenuh wes mas,” ucapnya, kasian sih, tapi mau bagaimana lagi kalau begini. Akupun jawab dengan santainya “terus aku harus bilang wow gitu sama loe” dan saat itu aku kembali mengejeknya dengan lagunya cherrybell yang ku recycle menjadi agak agak dangdut dikit “you are beautifull, beautifull, beautifull, kamu cantik cantik dari hatimu” terbayang nggak brow bagaimana aku menyanyikannya lucu ya. Girlsband dangdut haahahhahahaaaa. Sembari tertawa lebar aku meninggalkannya untuk kembali ke istana lantai dua kantor kesayanganku yang sudah ku anggap sebagai rumah sendiri itu.


Meme, meme, bisa saja kau ini. Pakek acara jenuh segala sich.

Beberapa menit kemudian aku kembali keruang bawah tempat Meme berkolaborasi dengan segala pekerjaannya, kulihat dia sedang menundukkan kepalanya di depan computer dengan buku buku kas yang berantakan dan selalu setia bersamanya setiap hari. Computer itu sedang dalam keadaan sleeping (mati karena terlalu lama tidak beraktifitas). Meme juga tidak bergerak sedikitpun, aku jadi berfikir “apa Meme bunuh diri dengan kejenuhan yang melandanya hari ini, atau sengaja meminum obat tidur supaya lebih tenang, (aku tidak tahu)

Sssstzzz…zzz….zzt…. (jangan rame ya sob, ternyata ibu angkatku itu sedang tidur dengan air liur yang mengalir dari sudut bibirnya)

Ketika coba kudekati dia beranjak dari kelamnya itu sembari kembali dia berucap “kesel ngene iki mas, jenuh aku”. “What ????” kaget aku “ternyata dirimu beneran tidur????” ucapku tak percaya. Heeemm,…
Itulah sobat mengapa aku terinspirasi untuk mengangkat cerita lucu ini, seandainya kalian bertemu seorang Meme, mungkin kalian akan tertawa sampai terbahak bahak melihatnya. Namun itu sample kecil didalam hidup. Nikmatnya sebuah pekerjaan yang diberikan Tuhan tergantung bagaimana kita menjalaninya. Sesulit dan semudah apapun pekerjaan itu, itu adalah wujud terimakasih besar yang pernah Tuhan berikan kepada kita. Kita semua patut untuk kembali lebih akrab dengan-Nya.

Terimakasih,
Semangat pagi ….

2 komentar:

  1. "mengombak di karang hati" dapet kata2 dari mana neh. biar gak jenuh bikin kegiatan pendamping, alternatif, biar otak lebih seger dengan tantangan baru

    BalasHapus
    Balasan
    1. iya mas rusdy

      nyeritain temen sekantor yang biasanya ngeluh aja ni

      makasih ya salam dari keluarga jember

      Hapus