JAWABAN ITU TETAP KU TUNGGU ...

19 Nov 2012

<![endif]-->
Sesuai dengan harapan yang selama ini dirasakan, tidak ada satupun sesuatu yang meyakinkanku bahwa setiap dari semua yang berlalu kemarin itu hanya sebuah mimpi, semua itu tampak manis namun ternyata hanya serasa pahit yang benar benar masih melekat dalam setiap hitungan detik yang berlalu. Lantas harus kepada siapa nafas ini berhembus, dan bagaimana cara menjalaninya?. Berulang kali dicoba namun tetap saja jawaban yang di dapat hanya kata “sia – sia”.

Suatu ketika, berjalanlah diri pada sebuah kondisi yang dirasa sangat cocok dengan cord irama hidup ini, pekerjaan yang kudambakan kini kudapatkan sehingga senang dan bahagia selalu datang dengan tiada lelah menghampiri, terkadang sempat terfikir, “apakah semua ini akan tetap bersatu hingga nanti?”, namun semua pertanyaan itu masih malu untuk menjawabnya dengan gamblang. Entah kapan seorang diri ini mampu menemukan jawaban itu semua, hingga tersirat dalam fikiran “biarlah waktu yang menjawab”.


Detik detik berganti menit, menitpun menggulung jam, dan jam-pun mengusir setiap waktu yang berlalu, hingga tibalah saat final sebuah pesta dimulai…

Semuanya seakan akan tergulung oleh kain putih yang membuat semuanya berantakan. Mati, segala imajinasi yang sebelumnya sudah tersusun rapi di lemari impian kini hancur. Hilang, semuanya hilang dan tak akan pernah kembali, hanya sisa puing kenangan yang tetap setia mengidap di kehidupan ini. Musnah, hanya perasaan takut yang tak kunjung lena hingga tiap mata terbuka saat pagi hari kenangan itu masih tersirat jelas dalam benak. Bagaimana cara agar itu semua bisa berlarut dari waktu ini dan memulai kembali start pertama kita melakukannya.

Kali ini mungkin hanya bisa merenung karena kesalahan besar yang pernah kita lakukan di masa silam, lantas terus hati ini berkata “Kenapa” kenapa dulu kita lakukan itu semua, walau semua perbuatan itu terbuat dari perasaan tidak sengaja. Lalu sedikit tiba saat hati mulai merasa tenang, kesalahan itu terpupuk kembali dan merona nyata hadir dalam kelam klemunnya nuansa itu. Hati ini memang sakit saat itu semua datang, namun apalah daya ketika semua itu tak sanggup menghilang dalam kehidupan ini. Mungkinkah lewat doa dan terus dibarengi dengan usaha mampu men delete masa lalu itu dan kembali ke sesuatu yang baru?. Jawaban itu …..???


Namun masih ada syukur yang takkan ternilai harganya, yaitu teman. Teman teman yang masih setia menemani selalu hadir di setiap langkah langkah itu. Mereka mencoba mengembalikan inspirasi itu lewat segala motivasi yang mereka punya. Aku tau itu hanya sebuah hiburan terhadapku, namun semua itu perlu aku hargai. Karena kehadiran mereka sangatlah berarti

Segala sesuatupun kadang tak terfikir hadir dalam ruang gerak kita namun terkadang juga setiap gerak kita dapat menghadirkan senyum dan canda yang dapat dikaji. Itulah mukzijat hidup yang sesungguhnya. Jawaban akan datang lewat setiap pertanyaan yang hadir, namun setiap jawaban itu tergantung bagaimana cara kita mengolah kosa kata itu.

Ini hanya cerita tentang hidupku dulu. Semoga apa yang telah menimpaku di masa lalu tidak akan terulang oleh kalian yang masih punya harapan untuk lebih membuat orang yang dekat dengan kalian tersenyum. Karena kalau aku bisa memohon kepada-Nya, semoga tidak akan ada lagi kesedihan dimata sahabat sahabatku yang mencintai aku


Tuhan Yang Maha Esa, bantu aku mewujudkan itu...

3 komentar:

  1. masing-masing orang mungkin pernah terperosok ke sebuah lobang, tapi itu bukanlah alasan bagi kita untuk tak bisa bangkit kembali. Selama ada niat dan konsistensi untuk berubah baik, so pasti banyak cara untuk ke luar dari dalam lobang itu.

    Semoga kita selalu menjaga agar tak kembali mendekati lobang itu lagi, apalagi sampai terperosok untuk ke dua kali.

    Masing-masing dari kita hanya bisa memilih hitam atau putih, atau mungkin abu-abu. Jika masa lalu kita hitam.. jangan bersedih dan berkecil hati, selama masih ada waktu itulah kesempatan bagi kita untuk membuatnya putih kembali.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih uncle,
      Terimakasih atas semua waktu yang sampean berikan untuk saya, adik adik saya, dan tentunya semua keluarga saya di Wachana.
      Bimbingan yang sampean berikan sangat bermanfaat untuk kami.

      Hapus
  2. Verifikasi kata di kotak komen hapus wae.. Jadul ah..

    BalasHapus