Sahabat, apa yang terjadi bila perut anda semua sedang lapar?. Pastinya anda akan beranjak mencari sesuatu yang bisa dimakan. Namun beruntunglah saya. Karena di sela-sela pekerjaan yang padat merayap, saya masih bisa menjaga kondisi lambung saya dari gangguan penyakit maag. Hehee.
Saat jelang sore hari, suara khas kentongan tukang bakso itu sering membuat perut saya berkecamuk. Sebuah rombong berdominasi warna biru putih itu lewat di depan pelantaran parkir warnet. Ahaa.. waktu sarapan tiba. Lho kok sarapan?. Iya, karena makanan pertama yang menyentuh perut saya adalah bakso milik Bpk Trimo.
Semangkok bakso dengan harga yang cukup memuaskan. Antara Rp 3000,- sampai dengan Rp 4000,- ini sudah cukup membuat tenaga dan energi saya seperti ter-charger kembali. Tak jarang juga membuat bibir saya mongah-mongah karena komposisi sambal yang cukup padat.
Fenomena ini membuat saya kembali mengingat sebuah lagu lucu yang sering saya nyanyikan dulu sewaktu masih berada di bangku Sekolah Dasar (SD). Lagu itu berjudul Abang Tukang Bakso yang dinyanyikan oleh bocah kecil bernama Melisa dan juga pernah dinyanyikan oleh Daffa, Khalista, dan Kak Nunuk . Lagu itu amat akrab sekali di telinga kita semua bukan?.
Baiklah untuk sekedar mengingat bahwa kita semua pernah kecil, mari kita sama-sama menyaksikan video berikut ini.
Baiklah untuk sekedar mengingat bahwa kita semua pernah kecil, mari kita sama-sama menyaksikan video berikut ini.
Abang tukang bakso
Mari mari sini
Aku mau beli
Abang tukang bakso
Cepatlah kemari
sudah tak tahan lagi
Satu mangkuk saja
dua ratus perak
yang banyak baksonya
Tidak pake saos
Tidak pake sambel
Juga tidak pake kol
Bakso bulat seperti bola pingpong
Mari mari sini
Aku mau beli
Abang tukang bakso
Cepatlah kemari
sudah tak tahan lagi
Satu mangkuk saja
dua ratus perak
yang banyak baksonya
Tidak pake saos
Tidak pake sambel
Juga tidak pake kol
Bakso bulat seperti bola pingpong
Kalau lewat membikin perut kosong
Jadi anak jangan kau suka bohong
Kalo bohong digigit kambing ompong
Jadi anak jangan kau suka bohong
Kalo bohong digigit kambing ompong
***
Untuk Pak Trimo penjual bakso, terimakasih sudah membuat saya kembali mengingat masa kecil saya. Masa kecil yang benar-benar penuh dengan imajinasi. Dimana pada masa itu saya merasa bebas membayangkan apapun yang sulit di bayangkan oleh orang lain.
Yang terakhir, sampaikan salamku untuk semua penjual bakso yang ada di dekat sahabat semua. Sambut kedatangan mereka semua dengan senyuman yang manis dan penuh ikhlas. Salam persahabatan dari Kota Jember.
