Dapat uang melalui internet

Tampilkan postingan dengan label Tentang Aku dan Keluargaku. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tentang Aku dan Keluargaku. Tampilkan semua postingan

CINTA FITRI - PENJUAL SOSIS BLEDEK

20 Jan 2016
Jaswan dan Fitri Sosis Bakar Bledek Lapangan Aurora Orora Kecamatan Balung
- Sarapan Dulu Sebelum Jualan -
Balung Kulon. Beginilah keadaan tempat kami tinggal selama kurun waktu setengah tahun terakhir. Disini pula aku akan menjalani hidup yang serba berkecukupan, bersama anak-anakku, juga adik-adikku. Berperan sebagai ibu, istri, dan yang paling sulit adalah berperan sebagai pengatur administrasi keluarga.

Perkenalkan! Namaku Fitri. Perempuan beranak tiga, mereka adalah Ata, Bayu, dan yang ‘ragil’ Rio. Aku pernah hidup penuh kebebasan di Ibu Kota. Dan aku juga pernah menjalani hidup paling mengesankan, saat aku memutuskan untuk hijrah ke sebuah kota yang disebut-sebut punya pasar loak terkenal saat ini. Benar, di Kota Solo-lah aku menemukan laki-laki (sebut : Dito) yang hingga saat ini aku tambatkan segala perasaanku, apapun itu. Disinilah aku mulai belajar hidup dengan mertua. Meskipun hal itu tidak berlangsung lama, karena banyak alasan. Dan pada akhirnya, kami berdua memutuskan untuk memboyong anak-anak kami hidup bersama di desa kecil ini.

Aku cukup bahagia saat ini. Karena mempunyai keluarga yang amat lengkap. Aku dapat melihat langsung perkembangan ke tiga buah hatiku setiap hari. Mereka selalu saja kompak mengganggu jam sibukku saat pagi hari. Yang paling besar minta benerin seragam lah. Yang kecil minta sarapan lah. Dan yang paling gokil adalah anakku yang paling tengah, Bayu. Dia dapat aku kategorikan yang paling ‘ngalem’ diantara yang lain. Hahaa, sudahlah yang penting mereka tidak malas berangkat sekolah.

Oh ya, aku disini juga hidup bersama ke dua orang tuaku dan adik-adikku. Sholeh, Yasin, Fina, dan yang paling muda Umar. Fina dan Umar masih harus sekolah setiap hari. Sementara aku dan kedua adikku yang lain sudah bekerja dan mempunyai kesibukan masing-masing. Sholeh bekerja di cucian motor, dan Yasin mengabdikan dirinya di perusahaan kecil produksi tasbih di sebelah rumah. Dan sementara aku dan suamiku bekerja sebagai Pedagang Kaki Lima (PKL) di Lapangan Aurora Kecamatan Balung. Menjual sosis bakar "BLEDEK" setiap malam hingga tutup di pertengahan malam.
 
Sebenarnya hidup dijalanan seperti ini sangat melelahkan. Namun kembali aku harus semangat, mengingat hanya aku dan suamikulah yang menjadi kepala keluarga. Ibu dan bapakku tidak bekerja karena sudah mulai renta. Aku pun juga tidak tega menarik uang belanja kepada adik-adikku. Menurutku mereka masih perlu menikmati hasil keringatnya sendiri. Walaupun terkadang fikiran itu terlalu metafora bagiku dan suamiku. Hemm, mereka yang tidak faham kondisi, atau kami yang terlalu toleransi [?]. Entahlah, kami hanya mengharap sebuah Hidayah.

Bayangkan! Bagaimana Tuhan mengatur kehidupan keluargaku setiap hari? Hanya aku dan suamiku yang harus siap siaga menjaga alur ekonomi yang kian mencekik orang kecil. Terutama saat harga cabe naik di pasaran. Itu adalah salah satu hal yang dapat membuat kepalaku berputar kian kencang. Mengingat jajananku yang sudah barang pasti memerlukan rasa pedas agar kian 'nyoss' di lidah para konsumen. Bahkan pernah pada suatu hari, aku dan suami bersepakat membatasi setiap pengeluaran sambal di bungkusan sosis kami. Alamak, kami hanya dapat tersenyum meski raut muka kami tak lagi ranum.

Rumahku seakan sudah menjadi arena sepak bola salah satu club kesebelasan. Aku dan suami yang menjadi kiper, orang tuaku backnya, sementara adik-adik dan anak-anakku adalah club lain dengan penendang ulung yang kapan saja dapat menjebol pertahanan gawang kami. Kami hanya dapat berharap, semoga kami tidak KO di tengah pertandingan.

Ada banyak hal yang membuat aku kuat. Salah satunya adalah cinta. Cinta yang pada akhirnya akan membuat keluargaku bahagia. Orang tuaku, termasuk mertuaku, adik-adikku, dan khususnya anak-anakku dan suamiku. Mereka adalah sumber cinta itu. Cinta yang sesungguhnya. Oh Gusti Allah, jaga kami dalam kasihmu.

* * *

Saya mengenal Mbk Fitri dan Om Dito tidak begitu lama. Kami dipertemukan di tempat yang sangat menyenangkan, yaitu di Lapangan Aurora Balung. Kebetulan saya bersama salah satu kakak saudara membuka usaha sederhana di situ. Dan akhirnya kami mulai mengenal hingga dekat selayaknya keluarga.

Dapat mengenal mereka itu hal yang ajaib bagi saya pribadi. Khususnya dekat dengan anak-anaknya yang lucu-lucu. Mereka semua seakan menahan kuat cambukan kehidupan. Saya memang sengaja mengajak Mbk Pit untuk berbagi cerita mengenai kehidupan singkatnya selama ini. Dan aku pun getir mendengarkannya. Hidupnya bagai cerita fiksi namun nyata. Bahkan saya sempat 'termehek-mehek' saat dia menceritakan awal kali memutuskan masa lajangnya.

Namun mereka sadar, semua itu bukan kutukan. Itu semua hanya fase yang suatu saat saya yakin akan menemukan finalnya. Kawan, mari kita bersama berlomba-lomba untuk bersyukur!!!
Read more ...

BELAJAR IKHLAS DAN SABAR DI SETIAP COBAAN

20 Feb 2014
Red Devil, Pacapaku, Sepeda Motor Supra X 125, Jaswan
The Red Devil | Motor Saya
Belajar Ikhlas memang sangat sulit untuk diterapkan. Khusunya bagi yang sedang tertimpa banyak masalah dan musibah. Ikhlas adalah sifat menerima, tabah, dan rela. Namun pada kenyataannya, kebanyakan dari kita khususnya saya sendiri sangat sulit untuk menerapkannya.

Hari Sabtu tanggal 10 Februari 2014 kemarin. Saya juga keluarga besar saya sedang berduka. Hari itu mungkin akan tetap kita kenang selama hidup, khususnya saya sendiri. Tentang kejadian yang tidak akan dapat terlupakan begitu saja. Karena salah satu benda kesayangan saya, idaman saya, dan impian saya raib digondol oleh orang yang tidak bertanggung jawab saat saya akan berangkat menuju warnet. Iya, walaupun saya sudah mengunci ganda motor saya, tetap saja orang yang tidak bertanggung jawab itu berhasil membawa lari kendaraan bermotor yang sering saya juluki "Red Devil" itu.

Kronologi Hilangnnya Red Devil

Kejadian itu terjadi saat saya sedang membeli beberapa bungkus manisan di toko camilan. Sekitar pukul 08.10 WIB, saya sudah berada ditengah-tengah Kecamatan Balung. Ini aktifitas saya setiap hari. Sebelum berangkat menuju warnet, saya biasa menyempatkan membeli manisan di toko camilan langganan saya. Hampir setiap hari saya membeli manisan di toko camilan tersebut. Tidaklah lama, saya hanya menggunakan waktu kurang dari lima menit. Karena saya hanya membeli tiga bungkus manisan saja.

Begitu juga dengan si Maling. Mereka memaksa membuka kunci motor saya juga sangat cepat, dalam hitungan detik saja. Saat saya bergegas keluar, saya kaget. Pasalnya motor yang sisa kreditannya kurang 8 kali angsuran itu menghilang dari tempatnya. Hati saya mulai berkecamuk bercampur bingung. "Kemana motor saya?" pertanyaan itu yang kerap terlontar dalam fikiran saya. Seketika saja toko camilan itu heboh oleh sebuah rekaman video yang merekam kejadian di luar toko saat beberapa menit setelah saya masuk ke dalam toko. Video yang dihasilkan oleh camera cctv bagian luar toko itu sangat jelas. Motor saya musnah di gondol oleh dua orang berhelm. Maling itu mengendarai sepeda motor. Namun karena jaraknya yang cukup jauh, jadi cctv tidak dapat menjangkau secara jelas sepeda motor apa, dan bernomor polisi berapa kendaraan yang digunakan si Maling.

Saya berlari menuju kantor polisi terdekat, melaporkan apa yang sudah terjadi. Namun, saya ditolak. Rintihan saya tidak digubris sebelum saya menyerahkan surat resmi pengantar dari pihak bank pembiyaan yang dulu pernah menjalin kontrak pembayaran terhadap sepeda motor saya. Saya kembali berlari menuju kantor bank tersebut untuk meminta surat pernyataan penangguhan BPKB. Setelah beberapa menit menunggu, akhirnya surat tersebut selesai. Saya kembali membawa surat tersebut ke kantor polisi. Dan dari introgasi dan olah TKP beberapa jam akhirnya saya mendapatkan surat laporan kehilangan dari kepolisisan. Dan polisipun turut mengabadikan video tersebut sebagai barang bukti.

Dan ini yang paling sulit bagi saya. Biar bagaimanapun mama saya di rumah harus tau apa yang sudah terjadi. Saya memang sengaja tidak memberitahu beliau, karena saya takut beliau akan tambah kepikiran dengan kondisi saya. Mama melongo melihat saya yang seharusnya bekerja, mendadak pulang tanpa mengendarai motornya sendiri. Kali ini saya diantar oleh salah seorang teman. "Loh, le, kok wes muleh yahmene?" sapa mama saya sesaat setelah tiba di rumah. Saya mencoba untuk berbicara lebih tenang, walau pada kenyataannya, pada ketenangan saya berkecamuk perasaan yang tidak karuan adanya. Ada penyesalan, kekecewaan, dan kesedihan yang terang membuncah seketika, begitu juga pahlawan wanitaku yang sekarang ini sedang duduk berdiskusi denganku. Mama, kali ini diriku membuatmu menangis lagi. Maafkan.

Lalu, bagaimana dengan ayah saya? Jujur saya bingung menata tiap kata dalam kalimat per kalimat. Beliau pasti marah besar dengan kejadian pagi ini. Saya sudah membayangkan bagaimana raut muka kecewa lelaki yang mulai rapuh itu. Saya tidak sanggup untuk berbicara. Akhirnya mama-lah yang selalu jadi penengah diantara ketegangan kami. Dan beliau mengerti. Rupanya tutur kata mama mampu melunakkannya.

Red Devil, Pacapaku, Sepeda Motor Supra X 125, Jaswan
Proses Pengajuan Ansuransi Oleh Pihak Bank

Dua hari berikutnya, hari-hari saya mulai disibukkan dengan mengurus ansuransi di bank pembiayaan. Biar bagaimanapun saya harus mengurusi ansuransi sepeda motor yang telah hilang tersebut. Setidaknya besar royalti yang sudah saya bayarkan selama lebih dari dua tahun ini kembali, walaupun mustahil bisa kembali seluruhnya.

Ternyata mengurus administrasi guna pengajuan ansuransi sangatlah rumit. Pertama saya harus mendapatkan persetujuan orang tua, dan yang paling sulit adalah tanda tangan ayah, karena posisi ayah saat itu sedang berada di Surabaya. Saya meminta pihak bank untuk bersabar, dan pihak bank menyetujuinya. Setelah menunggu satu hari, ayah tiba di rumah dengan raut kekecewaannya. Namun kali ini lebih lunak, mungkin beliau mengerti bagaimana keadaan saya yang sudah beberapa hari tidak enak makan.

Tanda tangan selesai, lalu saya kembali lagi ke bank. Dari bank saya disuruh untuk mengurus Surat Kaditserse dan Surat Dinas ke Polres Jember. Baiklah, ini awal usaha saya. Dan ternyata mengurus dua surat tersebut tidaklah mudah, saya harus belajar bersabar mengurusu prosesnya. Saya harus berjalan kesana kemari guna mencari bagian layanan ansuransi. Beruntung saya tidak sampai menunggu beberapa hari, itupun karena saya memasang wajah melas kepada kepala bagiannya. Sehari itu saja dua surat itu berhasil saya dapatkan.

Saya kembali ke bank, menyerahkan surat-surat yang sudah saya dapatkan dari Polres. Selanjutnya perjalanan saya tertuju ke Kantor Samsat, yaitu untuk proses memblokir sepeda motor. Saya kembali kebingungan, hampir putus asa. Kantornya luas, dan mencari bagian blokir juga susah. Karena kedatangan saya tepat pada waktu istirahat, jelas kepala bagiannya sulit untuk di ajak kompromi. Saya hanya sabar menunggu di lobi Samsat. Menanti petugas berbaju hitam putih itu kembali ke tempat duduknya. Nama saya dipanggil, saya menjelaskan maksud kedatangan saya kepada salah seorang petugas layanan blokir. Simple saja, saya hanya disuruh menuliskan nama dan nomor hape. Lalu saya disuruh kembali pulang dan validasinya menunggu telpon dari pihak Samsat sendiri. Menurut penuturan pihak bank, proses ini yang lama, bisa memakan waktu hingga dua bulan. Lama memang, namun apa yang dapat saya lakukan selain pasrah dan menunggu.

Dan sampai saat tulisan ini saya publis, saya belum mendapat kepastian dari pihak-pihak tersebut. Yang amat saya sesalkan, kenapa rumit sekali mengurus ansuransi? Padahal saat saya mengambil motor dulu, administrasinya tidaklah serumit ini. Saya hanya berharap semoga semuanya lancar dan segera selesai.
***

Red Devil, Pacapaku, Sepeda Motor Supra X 125, Jaswan
David juga sangat menyukai Red Devil
Red Devil, Pacapaku, Sepeda Motor Supra X 125, Jaswan
Red Devil pernah menciptakan kenangan
Red Devil, Pacapaku, Sepeda Motor Supra X 125, Jaswan
Red Devil saat turut menemani happy camp di Bukit Maelang
Kembali ke Ikhlas. Saya amat yakin Tuhan tidak akan memberikan ujian diluar batas kemampuan hambanya. Saya masih sangat yakin se-yakin-nya, seperti juga saat ini, saya masih yakin dengan kepercayaan dan agama saya. Pada kenyataannya masih banyak orang yang lebih susah dari kejadian yang saya alami. Contoh nyata saja, diluar sana masih banyak yang kehilangan ketenangan sehingga mereka harus mengungsi berdesak-desakan karena abu vulkanik. Ya Allah, ini rencanamu untuk menambah derajat kami, dan pasti ada hal yang indah dan membahagiakan yang Engkau rencanakan. Amin.
Read more ...

ANGKA 22 ADALAH HARAPAN DAN DO'A

28 Jan 2014
Ulang Tahun Jaswan Ke 22
Foto ini dibuat oleh Mimi Arie - Jambi
Pagi itu, 17 Januari 2014 Mama begitu bersemangat merajang beberapa bumbu dapur. Terasa sekali aroma sedapnya, sehingga membuat mata Saya terbuka lebih cepat. Ini aroma yang khas sekali. Aroma dari tumisan bumbu salah satu makanan favoritku. Kutarik handuk dari centelan, lalu bergegas menuju kamar mandi. Kubasuh muka lalu kulanjutkan dengan mencangking sapu.

"Ma, sarapan pakek apa?" tanyaku. Ini pertanyaan yang selalu Saya tanyakan mulai dari kecil hingga sedewasa kini. Mama hanya mesem "Masak senenganmu" jawabnya santai "Wes cepetan ados! Mari adosmu engko jangane mateng". Sembari meletakkan sapu, kulirik dalam bakul. Ternyata memang benar, Mama sedang mempersiapkan lauk favoritku. Tumisan Pepaya.

Nasi di piring sudah siap, tumis pepaya, dan gorengan tempe juga sudah tersedia di meja makan. Namun pagi itu berbeda. Saya memang terbiasa di manja sejak kecil. Maklum, saya anak pertama. Bahkan sampai Saya mempunyai satu adik laki-laki, kebiasaan manja Saya memang tidak pernah hilang. Hal ini terkadang membuat adik Saya cemburu melihatnya. Namun Kami tidak sampai adu jotos mengatasi hal ini, Mama selalu menjadi penengah yang baik untuk urusan manja memanja.

Hari ini memang hari bahagia khususnya bagi Saya. Iya, 17 Januari kali ini genap sudah usiaku 22 tahun. Usia yang sudah tidak kecil lagi, bahkan tidak lumrah bila terus-terusan memanja. Namun, Mama selalu mengerti hal ini. "Ma, saiki kan aku ulang tahun" celetukku. "Wes ngerti" jawab Beliau. "Lah, aku gak di wek'i hadiah to?" tanyaku dengan muka menyengir. Jawabnya juga santai "Lah seng digawe sarapan iki kan yo podo wae karo hadiah to le!". Rasanya jleb sekali mendengar jawaban itu, ternyata masak sedari pagi tadi hanya untuk mempersiapkan hadiah sederhana nan special ini.

Saya menganggap itu kejutan membahagiakan. Sementara diluar sana pasti banyak orang yang tidak seberuntung saya. Mempunyai Mama yang perhatian juga tangguh. Terima kasih Ya Allah, ini nikmat yang luar biasa indah.

Handphone sudah sedari malam bersaut-sautan. Saya hanya membaca beberapa pesan pendek saja. Karena memang badan rasanya capek semua. Iya, kegiatan baru saya sebagai pembimbing anak-anak SD di Rumah Belajar memang lumayan menyedot energi Saya. Namun ini juga merupakan hadiah sekaligus kesempatan istimewa yang sudah Sang Kholiq berikan kepada saya. Alhamdulillah.
Sementara di Jejaring Sosial baik Facebook, Twitter dan lain-lainnya banjir ucapan ulang tahun yang membuat saya semakin teristimewa. Mulai dari saudara, teman, dan sahabat blogsphare juga tidak ketinggalan menghaturkan Do'a untuk Saya. Seharian memang membuat saya kerap berucap syukur ketika membaca posting-posting mereka. Ya Allah, ini indahnya berbagi.

Sama seperti yang pernah Saya tuliskan di Wall Facebook saat itu :

Hari ini, adalah salah satu hari yang pernah begitu saja terlupakan. Mungkin bagi sebagian orang, hari ulang tahun merupakan hari yang sangat istimewa. Begitupun denganku, hari ini juga istimewa, seistimewa mendapatkan Bulan di Ranting Cemara. Ahhh...kenangan masa silampun terkuak perlahan. Ada manis disela bertambahnya usia, juga ada pahit yang tidak dapat aku pungkiri. Iya, kawan mungkin sudah banyak yang melupakannya, namun bagiku mereka tidak akan pernah bisa hilang dalam memoriku.

Dua tahun silam, aku akan siap sedia membawa pakaian ganti kemanapun aku pergi, terutama pembersih badan dan shampoo. Hahaa biasalah, kawan-kawanku kerap kali jahil bila mengetahui salah satu temannya sedang merajut usia yang lebih tebal. Dempuran air berwarna bercampur tepung dan sedikit kocokan telurpun tidak dapat terpungkiri. Mungkin bila tubuh ini dipanggang akan menjadi kue yang teramat lezat. Sayangnya tidak ada vanili dan mesis. Donat dong!!!!

Hari ini tidak ada perayaan yang besar, hanya sederhana. Aku rayakan bareng Mama dan Adik laki-lakiku dirumah. Mama sengaja memasak lauk kesukaanku. Iya tumis pepaya dengan kecap, ditambah tempe bertepung, juga sambel yang berbahan lombok di goreng. Aku menyebutnya makanan super lezat yang pernah kunikmati. Heheeee.

Baiklah, ku ucapkan terima kasih buat teman-teman yang sudah mengingat hari lahirku. Mulai dari sahabat Blogger semuanya, Teman Twitter yang sudah MT kepadaku, Goolge yang sudah membuat gambar cantik, Buat teman di YM, tetanggaku, Para Fansku di radio dulu, kawan Pencinta Alam, sahabatku, juga keluargaku IPK, terima kasih supot, do'a, dan dukungan kalian semuanya semakin membuat hari ini istimewa.

untuk harapan kedepan tidak banyak, hanya ingin dibahagiakan orang lain dan dapat membahagiakan orang lain. Amin. Alhamdulillah.

22 tahun harus menjadi lebih baik. Harus semakin bersemangat dalam berkegiatan. Harus lebih giat beribadah. Semakin bijak memanfaatkan waktu. Dan berusaha untuk lebih dewasa dan bersikap. Itu semua adalah harapan. Sedangkan untuk Do'a, Saya hanya ingin membahagiakan orang lain juga dibahagiakan oleh orang lain pula.
Read more ...

MALAM TAHUN BARU : HAPPY NEW YEAR 2014

2 Jan 2014
Happy New Year 2014 | Pacapaku

Tahun baru 2014. Alhamdulillah. Puji syukur kehadirat-Nya atas limpahan rahmat serta karunia-Nya kini kita dapat melewati tahun 2013 dengan sangat baik. Kita juga masih diberi kesempatan untuk melanjutkan perjuangan hidup kita di tahun 2014 kini. Insyaallah.

Sebelumnya seiring ucapan syukur, saya juga mengucapkan Selamat Tahun Baru 2014 untuk semua para sahabat-sahabat saya semuanya. Khususnya yang sudah mampir kesini dan ngobrol di media manapun. Tahun baru kini sangatlah berbeda dengan tahun baru yang lalu. Iya, sangatlah berbeda.

Malam Tahun Baru 2013 Lalu

Tahun baru yang lalu, ada secangkir kopi dan berbatang-batang rokok yang menemani. Saya juga tidak sendirian, saya tepat berada di tengah-tengah para sahabat yang menyayangi saya. Kita bersama-sama merenung hingga kembang api berbinar-binar diangkasa. Kami sangat menikmati malam itu. Ada seogok tawa, canda, dan kebahagiaan.

Malam tahun baru yang sangat berkesan. Ribuan sms hinggap dalam pesan singkat Ponselku. Ada banyak harapan yang kerap membuat hatiku tersentuh. Ada banyak cita-cita yang membuatku sering mengucapkan "Amin". Dan salah satu cita-cita tersebut adalah, dapat menikmati malam tahun baru kembali bersama-sama.

Saya bahagia karena punya banyak kawan. Mereka semua adalah anugerah terindah yang dikasih oleh Tuhan kepadaku. Mereka semua merupakan cermin terbesar dalam menata kehidupan sosial. Mereka semua merupakan alarm tepat waktu yang kerap kali berdenting saat sikap ini berubah memburuk. Alhamdulillah.

Malam Tahun Baru 2014 Sekarang

Sekarang, jelas sangat berbeda dari tahun yang lalu. Hujan tetap dongkol dengan komitmennya membasahi setiap sudut kota ini. Setelah kumandang bedug bergema. Mega yang berwarna indah di barat sana berubah dengan cepatnya. Gumpalan awan gelap yang membawa kantung-kantung air bertebaran di angkasa. Siluet petir tanpa suara memecahkan gumpalan hitam diatas sana. Baiklah, hujanpun turun dimalam penuh gegap gempita kemarin.

Rencana awal juga raib. Rencana berkumpul dengan kawan-kawan di Sekretariat IPK, berdiskusi, merenung, dan berdo'a hilang akhirnya. Saya lebih memutuskan untuk menenggelamkan diri dalam balutan selimut sekaligus menonton aksi atraktif Pak Mantep dalam memainkan Wayangnya. Saya rasa hal in lebih bijaksana dari pada hanya sekedar berhura-hura dan membuat macet jalanan.

Tahun baru 2014 hanya semalam. Namun sikap, perilaku, dan unggah ungguh dalam bersosial harus tetap dijaga dan terus ditingkatkan. Dan harusnya lebih baik dari yang sebelumnya.

Baiklah. Bersama postingan ini saya mengucapkan HEPPY NEW YEAR 2014. Semoga ditahun ini menjadi tahun yang membahagiakan. Segala cita-cita dan harapan semoga segera tercapai. Berusaha, berdo'a, dan bersikap lebih baik adalah hal yang harus kita utamakan ditahun ini. Insyaallah bermanfaat. Terima kasih!

Read more ...

MENJADI ANNOUNCER DAN PENYIAR RADIO AMATIR

7 Nov 2013
Penyiar Radio | Announcer | Pacapaku


Setiap manusia pasti punya kesenangan (hobi). Hobi setiap manusia juga beragam. Mulai dari menulis, memasak, membaca, fotographi, dan masih banyak lagi. Sahabat semua pasti pernah merasakan bagaimana enjoynya menikmati dan merasakan hobi tersebut! Begitu pula saya sendiri, saya bak merasakan sesuatu yang baru, semangat baru, serta kehidupan baru. Saya sangat bahagia.

Berdasarkan pengalaman pribadi saya, kadang kala hobi tidak timbul dan terasa saat kita masih kecil. Namun kadang pada saat kita sudah berusia cukup dewasa. Hobi akan sangat terasa sangat berpengaruh terhadap hidup kita semua. Kita akan merasa sangat mencintai dan memperjuangkan hobi tersebut.

Hobi juga muncul atas keinginan yang sudah lama terpendam, namun belum juga bisa terlaksana. Ada banyak faktor yang mempengaruhi, diantara yang paling dominan adalah kesibukan. Iya, kesibukan memang banyak berpengaruh dalam hidup kita, terutama bagi kesehatan tubuh kita. Yang pasti setiap manusia pasti memiliki suatu kegiatan yang dicintai dengan hati.


Tepatnya 7 (tujuh) tahun yang lalu, saya begitu gandrung sekali dengan yang namanya Radio. Iya, walaupun hanyalah radio amatiran. Saya tetap menghargainya dengan sepenuh hati. Di desa tempat saya tinggal, yaitu Karang Duren, dahulu pernah terdapat 2 buah radio amatir. Yaitu RIDA FM (Radio Idaman Anda) dan HIRA FM (Hiburan Rakyat). Sahabat tentunya tau sendiri, bagaimana kondisi radio amatir yang ada di desa? Pastinya tempatnya kecil, progam acaranya sederhana, juga jadual terbangnyapun terbatas.

Namun dari kedua radio tersebut, saya lebih dominan enjoy menikmati RIDA. Awalnya, saya hanya menjadi fans saja. Saya membeli atensi di tempat salah satu crew yang sudah di tunjuk oleh radio tersebut. Harganya murah, hanya dengan Rp 1.000,- saya bisa mendapatkan 4 lembar atensi. Atensi tersebut berbentuk persegi panjang yang tak seberapa lebar. Disitu tercantum Nama, Alamat, Greting / Salam, dan Reques lagu. Dibagian pojok atas terdapat kolom acara yang dapat kita isi dengan progam acara yang kita ikuti. Setelah semuanya terisi, maka atensi yang sudah saya isi tadi saya kembalikan lagi ke tempat saya membelinya. Perjuangan saya bukan sampai disini, saya harus pasang telinga lebar-lebar untuk mendengarkan sang Announcer membacakan beberapa atensi termasuk atensi yang telah saya kirimkan. Senangnya hati bila pemandu acara bersedia menuruti permintaan lagu saya.

Setelah beberapa bulan berlangsung, dan dari beberapa atensi yang telah saya kirimkan, nama saya semakin banyak dikenal. Uhuy, seakan menjadi artis dadakan, hehee. Akhirnya saya memberanikan diri untuk datang ke studionya, serta mengikuti jumpa fans dengan para fans yang lain. Saya merasa ini hobi baru yang merubah kehidupan saya yang lebih seru.

Saya semakin sering datang ke studio, saya semakin akrab dengan beberapa crew dan penyiar yang lainnya. Hingga  saya rela begadang dan tidur di studio. Lewat Radio saya semakin mengenal banyak orang dan di kenal oleh banyak orang. Saya menikmatinya.

Karena termasuk radio amatir, maka jadual siarnya pun juga morat-marit. Lebih tidak karuan lagi bila musim panen raya tiba, hampir seluruh penyiar disibukkan dengan kegiatan di ladang. Maklumlah kita kan memiliki embel-embel orang ndeso, hehee. Jadi harus memanfaatkan ladang sebagai penyambung kebutuhan kita sehari-hari.

Kita harus berkorban, khususnya untuk segenap para fans yang lainnya. Karena kita harus rela berbesar hati berjam-jam mendengarkan radio kesayangannya hanya memutar lagu-lagu saja, tanpa ada sang pemandu acara. Mereka beralasan terlalu capek karena aktifitas diladang seharian. Baiklah, saya menenggelamkan kekecewaan dalam-dalam. Dalam fikiran saya, sudah ada media yang menarik namun harus terbengkalai begitu saja karena aktifitas para crewnya yang sangat padat.


Salah seorang teman menyadarkan saya. "Jas, kenapa tidak kamu saja yang mengisi jam-jam kosong di studio?". Jujur saat itu angan saya langsung terbang, membayangkan bila benar-benar saya yang berada di depan gelombang radio itu. Memegang microphone, memasang headset, mengtracking lagu, dan mulai berbicara. "Apa yang harus saya lakukan?", "Apa yang harus saya bicarakan?". Semuanya terasa hambyar di fikiran saya.

Pagi, Mama membawakan sarapan untuk saya. Biasalah anak lelakinya ini memang terlalu manja. Beliau menasehatiku untuk tetap bersemangat dalam meraih harapan. "Ojo ngomong ora iso le, kabeh ono dalane, tergantung awakmu nggolek'ine meyang endi!". Ada benarnya, saya harus semangat, saya harus bisa, apapun itu harus bisa saya jalani.

Sepulang sekolah, saya buru-buru nampang di depan cermin lemari. Saya berbicara sendiri layaknya sedang menyiarkan radio. Sedikit banyak saya tertawa, "Apakah saya mampu?" jawaban benarnya adalah Harus Mampu. Ditemani seorang teman saya mengutarakan keinginan saya untuk mengisi jam kosong di radio.

Baiklah mereka menyetujuinya. Akhirnya setelah pertemuan para crew di radio, saya resmi dinobatkan sebagai salah satu penyiar radio yang memegang acara Pop Indonesia dengan durasi 3 jam setelah Magrib. Namun, saya masih dalam masa percobaan, para crew ingin melihat bagaimana kecerdasan saya membawa penggemar kembali rame setelah lumayan lama vacum.

Hari pertama tiba. Kalau saya di tanya bagaimana perasaan saya saat itu? Maka saya akan menjawabnya "Santai, tanpa nerves sekalipun". Datang di studi di temani oleh banyak teman. Mereka datang untuk memberikan kontribusi semangat bagi saya. Malam ini saya harus bisa. Saya harus memberikan yang terbaik bagi para pendengar. Hari ini pertama kali suara saya akan di dengar oleh banyak orang. Saya harus benar-benar bisa membawa emosi para pendengar untuk tetap stay tune di gelombang radio ini. Saya harus berusaha maksimal.

Atensi hari pertama hanya beberapa lembar saja. Saya hampir putus asa. Mungkinkah mereka tidak dapat menerima kehadiran saya? Saya tidak tahu. Namun saya tetap optimis, tetap berusaha memberikan yang terbaik untuk hari kedua. Iya, harus.

Tidak di sangka, di hari kedua semuanya berubah. Atensi menumpuk hingga beberapa lembar. Hingga membuat saya kualahan membacanya. Sapaan dan penilaian para crew membuat saya menyingsingkan senyum tipis. Alhamdulillah kehadiran saya diterima sebagian besar fans. Semua merasa senang dengan gaya bicara saya. Bahkan mereka memberikan apresiasi yang luar biasa. Terbukti dari beberapa atensi yang saya baca, mereka menuliskan bahwa mereka sangat menikmati acara yang saya pandu. Saya semakin teristimewa, saya bersyukur kepada-Nya. Terima kasih Gusti.



Kebahagiaanku hilang. Tepatnya setelah bencana besar menghampiri tempat yang begitu saya nikmati ini. Sebuah radio yang sangat istimewa dihati saya ini harus rela berhenti karena sebuah kejadian. Pertengahan November 2007 tower pemancar sinyal RIDA FM harus mengakui keganasan petir dan angin kencang. Akibatnya, tiang penyangga sinyal itu harus ambruk dan lantak di tanah yang basah.

Beruntung kondisi radio sedang off dari jadual on air. Kalau saja kondisi radio sedang on, tamatlah semuanya. Kami dirundung pilu, bahkan hasil rapat bulananpun tidak dapat menolong kerugian radio yang cukup besar. Akhirnya dengan berat hati RIDA FM yang sudah kurang lebih 5 tahun berkiprah harus benar-benar dimatikan, hingga waktu yang tidak dapat di tentukan.

Saya dirundung nelangsa.
Read more ...

INDAHNYA BERTERIMA KASIH

12 Okt 2013
Indahnya Berterimakasih | Pacapaku


Bagi saya (pribadi) mengucapkan kata terima kasih kepada seseorang yang telah berkorban untuk saya adalah wajib hukumnya. Apalagi bila seseorang tersebut sudah banyak membantu kita. Meluangkan waktunya untuk kita. Dan sudah banyak berfikir untuk kelangsungan hidup kita.

Contoh kecil yang sering kali saya lakukan adalah mengucapkan terima kasih kepada hampir seluruh pengunjung Warnet. Setiap kali saya selesai menunjukkan transaksi terakhir dan memberikan uang kembalian, saya selalu berucap terima kasih. Terima kasih atas kepercayaannya telah bermain di warnet yang saya jaga.

Tidak tanggung-tanggung. Bahkan saya siap untuk menjadi pengajar yang baik bagi mereka. Mengajar bagaimana cara menemukan dan menggunakan program Microsoft Office, ngeprint, bahkan sedikit penjelasan bagaimana cara bermain internet dengan baik, dan bagaimana cara memanfaatkannya.

Hal kecil diataslah yang mungkin akan menjadi pengaruh positif bagi seorang pelajar yang awam akan Internet. Karena pelajaran yang baik tentu harus dimulai dari sifat telaten dan baik pula. Yang pada suatu saat nanti mereka akan turut mengikuti jejak kita sebagai pemanfaat Internet yang baik.

Sahabat itulah rasa terima kasih saya untuk sebuah pekerjaan yang di bebankan kepada saya.


Begitu pula saat saya sedang singgah dan berkunjung di beberapa blog sahabat. Saya akan berusaha untuk meninggalkan comment terhadap apa yang sudah saya baca. Bukan hanya itu, saya juga akan berusaha untuk memberikan tanggapan yang berupa saran bila saya (pengunjung) di minta untuk memberikan tanggapannya.

Ketika kita membaca sebuah artikel, bukan barang tidak mungkin kita akan mendapatkan informasi. Sebuah informasi yang sengaja di publis oleh sang Admin guna memenuhi rasa ingin tau para pengunjung blognya. Atau sebuah informasi yang membuat kita tidak sengaja mengetahui lewat membacanya. Jujur, bagi saya itu merupakan hadiah yang saya dapatkan lewat membaca. Untuk itu, sebagai rasa terima kasih saya atas waktu yang sudah diluangkan penulis, maka saya juga akan meluangkan waktu untuk memberikan sedikit apresiasi dan tanggapan lewat tulisan yang sifatnya berkomentar.

Saya juga demikian. Akan sangat merasa bahagia bila sahabat semua berkenan untuk memberikan tanggapan dari setiap apa yang sudah saya tuliskan. Bukan bermaksud untuk pamrih. Namun sejauh ini yang saya tahu, bahwa etika seorang tamu adalah mengetuk pintu bersama mengucap salam dan meninggalkan tempat dengan bersalaman dan berpamitan. Begitu pula dengan berkunjung ke sebuah blog. Kita harus bersikap sopan di tempat tersebut. Membaca dengan baik dan memberikan comment di akhir kunjungan kita. Itu akan sangat membantu kita untuk dapat menjadi seorang blogger yang di rindukan banyak penulis lain.


Jawaban dari pertanyaan di atas adalah mencoba mereview bukunya. Seperti yang sudah saya persembahkan untuk Bunda Niken beberapa bulan silam. Tepatnya ketika saya mulai mengenal Bunda Niken lewat bukunya Rembulan Cinta Seorang Bunda (RCSB). Dalam hati, tidak ada kata lain selain sebuah kata HEBAT untuk Bunda Niken.

Bunda Niken sangat mampu dan cerdas sekali membagi waktunya. Waktu untuk mengurus keluarganya, dan waktu untuk mendapatkan banyak teman di dunia maya. Iya, waktu untuk menulis dan terus menulis.

Terima kasih Bunda, sudah banyak menginspirasi. Walau saja saya tidak dapat memiliki buku tersebut, namun saya sangat senang dapat membaca dan mereviewnya.

Terima kasih juga untuk sebuah buku bertitle Bahagia, mesti mungkin tak sebebas merpati. Sebuah buku yang berhasil membuat semangat saya terpompa kembali menjadi Bangsa Indonesia. Karena lewat sebuah buku karya Mbk Jihan dan kawan-kawannya itu, saya dapat dengan mudah memahami bahkan sedikit tahu mengenai Negara Islam di luar sana. Mungkin cara menyesuaikan diri disanalah yang membuat saya berdecak kagum. Terima kasih Bunda Of Arabia.

-0-

Sahabat itulah sedikit dari sekian banyak cara saya berterima kasih terhadap sesuatu yang sudah bermanfaat untuk saya. Dengan begitu, harapan yang saya inginkan adalah semoga kehidupan yang saya jalani sekarang ini juga bermanfaat bagi orang lain dan khususnya untuk semua sahabat blogspere tercinta.

Juga, saya ucapkan terimakasih untuk beberapa teman yang akhir-akhir ini membantu saya dalam menggunakan Bahasa Indonesia yang baik juga benar. Om NH Her, Mbk Imelda, Bu Hanna, Pakdhe Cholik, Mbk Muna Sungkar dan masih banyak lagi. Terima kasih sahabat semua atas sharingnya selama ini. Akhir kata salam persahabatan selalu dari Kota Jember.

Read more ...

ANTARA SURABAYA DAN JEMBER

3 Okt 2013


Sudah beberapa hari saya tak pernah lepas dalam gendongan sang Mama. Saya hanya bisa menangis dan terus mengepal secarik kain panjang yang berbalut di sekujur tubuhku. Sedikit gerah memang, namun suhu panas yang kualami belum juga reda. Sangat terlihat sekali siluet kecemasan yang menggantung di wajah wanita tangguh ini. Sekali-kali dia berlari kecil menuju wartel di dekat komplek, menekan beberapa nomor lantas berbicara entah dengan siapa. Kurasa, mungkin itu adalah Ayahku.

Beberapa jam kemudian jeritan pintu pagar rumah sedikit mengusik nyenyakku, Mama ku bergegas membukakan pintu. Agaknya mereka berdiskusi lirih. Saya pun sulit melanjutkan lelap tidurku. Terdengar suara gemericik air yang tertuang di dalam cangkir. Rupanya sikap tanggap istri kepada suami yang baru saja pulang kerja memang tidak pernah terlupakan. Seduhan kopi pahit itu terhidang di hadapan dan di sela-sela perbincangan mereka.

Diskusi di malam itu terasa sekali dampaknya. Tak lama setelah perbincangan panjang itu, Mama mengambil koper gede yang berada tepat diatas almari disamping rak sepatuku. "Apa yang dilakukan Mamaku?" fikirku. Hampir semua pakaianku dirapikan dan dimasukan kedalam koper tersebut, tidak tetinggal juga mobil-mobilan yang baru aja di belikan Ayahku saat kami mengunjungi Kebun Binatang Surabaya dua hari yang lalu.

Kayaknya Mama akan mengajakku pergi ke suatu tempat, jauh, namun "kemana?", fikirku kembali berjibaku. Ayah nampak sangat pulas sekali tidur di sampingku, terasa sekali hembusan nafas beliau menyapu sekujur selimut tebal ku yang bergambar Jerapah ini. Sementara Mama, terus sibuk mempersiapkan sesuatu.

Suasanya Surabaya pagi hari ini, berhasil membangunkan lelap saya lebih cepat. Disekonya saya dengan air hangat. Lantas Mama memakaikan jaket tebalku kembali, menggendong saya lantas pergi menemui Ayah di depan Jatim Expo Surabaya, tempat biasa Ayah memeras keringatnya dan memarkirkan Becak roda tiganya. Kami berlalu menyusuri Jalan Achmad Yani. Sementara koper yang tadi malam sempat diisi penuh dengan macam-macam pakaianku terus Mama pegang hingga kami tepat berada di depan Stasiun Wonokromo. Ayah memesan tiket lantas bur-buru menyerahkannya kepada kami. Kami berpelukan dan Mama mencium tangan Ayah. "Titip salam untuk Ibuk ya" ucap Ayah, Mama tak menjawabnya lantas mengangguk.

Tepatnya ketika saya berjalan meninggalkan usia yang ke empat. Saya harus rela melupakan keindahan Surabaya tempat lahir saya. Serta mulai berusaha hidup di lembar baru Kota Jember. Stasiun Wonokromo yang berada di Surabaya menjadi saksi kepergianku ke Kota Tembakau ini. Deraian peristiwa yang pernah saya ukir di Kota Pahlawan ini tidak pernah bisa terlupakan.


Sesampainya di Jember tepatnya di Desa Karangduren, terlihat seorang wanita sepuh yang nampak sedang menunggu kedatangan kami. Beliau menunggu dengan banyak harapan. Kedatangan seorang anak dan cucunya. Saya melihat ada raut kebahagiaan di wajah wanita sepuh itu, wajah yang mengekpresikan kerinduan terhadap orang yang dicintainya.

Sahabat, saya memang lahir di Surabaya, namun saya tumbuh dewasa di (Kota Tembakau) Jember. Cerita di atas merupakan kisah dari beberapa cerita saya dan keluarga, perihal berpindahnya saya dari Surabaya ke Jember. Ada hal kuat yang menyebabkan hal tersebut bisa terjadi. Salah satunya adalah jiwa kanak-kanak saya yang sering sekali sakit.

Konon menurut penuturan Orang Tua dan Nenek saya, sakit saya hanya bisa sembuh dengan satu cara. Apabila saya sakit di Surabaya, maka cara menyembuhkannya hanya dengan bertolak ke Jember menggunakan Kereta Api. Dan sebaliknya, saat saya sakit di Jember, maka obat mujarabnya adalah pulang kembali ke Surabaya juga dengan menggunakan Kereta Api.

Dan pada suatu saat saya dan keluarga memutuskan untuk tinggal di Jember, menemani Nenek yang kian sepuh. Tidak terasa hidup di Jember begitu menyenangkan, walau tidak banyak fasilitas yang memenuhi saya, namun Insyaallah saya masih bisa terus bertahan dan survive untuk kedepannya.

Read more ...

PAK TRIMO SI ABANG TUKANG BAKSO

26 Sep 2013
Sahabat, apa yang terjadi bila perut anda semua sedang lapar?. Pastinya anda akan beranjak mencari sesuatu yang bisa dimakan. Namun beruntunglah saya. Karena di sela-sela pekerjaan yang padat merayap, saya masih bisa menjaga kondisi lambung saya dari gangguan penyakit maag. Hehee.

Saat jelang sore hari, suara khas kentongan tukang bakso itu sering membuat perut saya berkecamuk. Sebuah rombong berdominasi warna biru putih itu lewat di depan pelantaran parkir warnet. Ahaa.. waktu sarapan tiba. Lho kok sarapan?. Iya, karena makanan pertama yang menyentuh perut saya adalah bakso milik Bpk Trimo.
Pak Trimo Abang Bakso

Semangkok bakso dengan harga yang cukup memuaskan. Antara Rp 3000,- sampai dengan Rp 4000,- ini sudah cukup membuat tenaga dan energi saya seperti ter-charger kembali. Tak jarang juga membuat bibir saya mongah-mongah karena komposisi sambal yang cukup padat.

Fenomena ini membuat saya kembali mengingat sebuah lagu lucu yang sering saya nyanyikan dulu sewaktu masih berada di bangku Sekolah Dasar (SD). Lagu itu berjudul Abang Tukang Bakso yang dinyanyikan oleh bocah kecil bernama Melisa dan juga pernah dinyanyikan oleh Daffa, Khalista, dan Kak Nunuk  . Lagu itu amat akrab sekali di telinga kita semua bukan?.

Baiklah untuk sekedar mengingat bahwa kita semua pernah kecil, mari kita sama-sama menyaksikan video berikut ini.


Abang tukang bakso
Mari mari sini
Aku mau beli

Abang tukang bakso
Cepatlah kemari
sudah tak tahan lagi

Satu mangkuk saja
dua ratus perak
yang banyak baksonya

Tidak pake saos
Tidak pake sambel
Juga tidak pake kol

Bakso bulat seperti bola pingpong
Kalau lewat membikin perut kosong

Jadi anak jangan kau suka bohong
Kalo bohong digigit kambing ompong

***

Untuk Pak Trimo penjual bakso, terimakasih sudah membuat saya kembali mengingat masa kecil saya. Masa kecil yang benar-benar penuh dengan imajinasi. Dimana pada masa itu saya merasa bebas membayangkan apapun yang sulit di bayangkan oleh orang lain.

Yang terakhir, sampaikan salamku untuk semua penjual bakso yang ada di dekat sahabat semua. Sambut kedatangan mereka semua dengan senyuman yang manis dan penuh ikhlas. Salam persahabatan dari Kota Jember.
Read more ...

FASION STYLE

20 Sep 2013

Sebanarnya tulisan ini sudah berada di draf sejak lama sekali. Namun saya masih kurang pede untuk mempublisnya. Maklum saya kan pemalu-malu kucing, hehee. Dan memang bahasa tulisan saya sangatlah kurang dari kata baik sebagai penulis.

Berawal dari pertanyaan banyak teman. "Pak, rahasianya apa sih menajaga penampilan?, kok setiap hari selalu fress dan mecing dandanannya?". Sayapun menanggapinya dengan santai. "Yo adus (mandi) rek!!!, ben seger (biar segar)". Lalu saya bergegas menuju ruang kerja, melewati dua tangga. Dalam hati berfikir "perasaan pakaianku biasa-biasa saja dan sederhana, apanya yang di bilang menarik?".

Dari pertanyaan salah satu teman yang kebetulan dia adalah salah satu admin saya waktu di XL dulu, maka lahirlah tulisan ini. Sebuah tulisan yang awalnya saya tulis di buku agenda kerja saya. #Cekidot.


Dunia Fasion, memang identik dengan yang namanya perempuan. Banyak seorang perempuan yang rela merogoh sakunya dalam-dalam demi menunjang penampilannya. Baik itu fasion hijab, aksesoris, baju, celana, bahkan hal-hal lain. Namun bagi saya tidak, karena menurutku fasion tidak hanya untuk perempuan. Laki-laki juga perlu. Agar disetiap penampilannya tidak terkesan monoton dan itu-itu saja.

Contohnya saya. Untuk pakaian yang hari ini saya pergunakan saja, saya sudah mempersiapkan semuanya sedari kemarin. Dan hari ini saya sudah memikirkan untuk hal yang akan saya pakai besok. Mulai dari celana, kaos, ataupun ssegala sesuatunya yang lain. Bahkan untuk setiap harinya saya sudah siap untuk mengobrak-abrik lemari pakaian hanya untuk menemukan baju dan celana yang pas.

Saya punya banyak sekali koleksi pakaian. Kira-kira tidak kurang dan tidak lebih sekitar se-lemari full . Ada celana jeans, celana 1/4 kaki, celana kain panjang, celana model pensil, borju, dan banyak lagi. Dan untuk koleksi baju, saya punya lebih banyak dari pada celana hehe. Ada baju batik, hem panjang, hem pendek, kaos oblong, kaos biasa, jemper, jaket kulit, jaket parasit, dan juga masih banyak lagi.

Itu semua saya dapatkan ketika gaji bulanan datang. Mengusahakan selalu belanja / shoping setiap satu bulan sekali. Minimal saja saya membeli satu pasang baju celana setiap bulannya. Dan kegiatanku yang satu ini cukup membuat Mama saya dirumah selalu ngomel panjang lebar saat saya selesai belanja. Hehe maklumlah anaknya boros banget. Tetapi sekarang Alhamdulillah saya sudah mulai belajar memanajement penghasilanku dengan lebih baik.

Lalu apa pendapat anda tentang Fasion?.
Read more ...

SELAMAT ULANG TAHUN SAHABATKU

27 Agu 2013
Ulang Tahun Tante Akin


Persahabatan ini entah kapan saya mulai. Namun mengenalnya sangat membahagiakan. Dia, sudah laksana Ibu yang tak gentar menyalakan obor semangatku. Dia, juga tak mengeluhkan perasaannya menemani jam kerjaku setiap hari. Bahagia mengenalnya. Bahagia juga berbagi cerita dengannya.

Dia, adalah Tante Akin. Yang hari ini sedang sumringah karena bertambah usianya. Banyak do'a serta harapan yang ini sekali saya ucapkan. Banyak cerita dan kasih sayang yang ingin saya curahkan. Juga banyak hadiah serta kado yang ingin saya kirimkan. Namun bersabarlah Tante, karena adikmu yang tampan dan rupawan ini masih banyak sekali tanggungannya. Heheheee.

Tante. Di hari ulang tahunmu kini. Bukan semarak pesta setara ulang tahun salah satu stasiun televisi yang ingin saya berikan. Bahkan, juga bukan alunan suara merduku yang di sambut ribuan sorak sorai penonton yang ingin saya berikan. Namun hanya suatu keinginanku semoga persahabatan kita kedepan dapat lebih erat dan bermanfaat.

Memang sengaja dua hari ini saya obrak abrik foto-fotomu di facebook. Sekadar untuk mencarinya beberapa keping untuk ku edit saat malam. Hingga sampai pagi hari ini, saya coba rangkai foto-foto itu untuk ku buatkan sebuah video khusus di hari lahirmu ini. Semoga sampean berkenan dan bahagia dengan hadiahku ini.

Sebuah tulisan juga kenang-kenangan yang yang akan selalu simpan disini, di blogku yang sederhana ini. Tante, disetiap ulang tahunku, saya selalu mengingat sebuah tulisan yang sengaja di posting oleh Mbk Prit di wall facebook-ku. Sebuah kalimat yang indah yang pernah saya baca. Intinya Mbk Prit menyuruhku agar saya bisa memanfaatkan waktu secara bijaksana. Begitu juga untuk Tante, semoga semakin bijak memanfaatkan waktu dan menghargainya.


Baiklah, akhirnya saya harus mengucapkan terima kasih atas perhatian yang selama ini sudah Tante Akin berikan untukku. Semoga persahabatan ini terus hingga nanti. Amin..
Read more ...

AKU BUKAN DAMARWULAN

20 Agu 2013
Aku Bukan Damarwulan (Jafar)

Tidak ada yang bisa ku perbuat. Juga tidak banyak yang bisa kulakukan. Mungkin hanya secarik tulisan yang tiada bernilai ini yang dapat aku persembahkan untukmu. Teruntuk mata jingga yang jauh disana. Semoga dirimu tetap pada hatimu yang teguh dan kuat menjaga jalinan ini.

Aku bukanlah seorang Damarwulan, dan engkau juga bukan Puteri Anjasmara. Yang kisah keduanya abadi dalam kisah murkanya Minak Jinggo dan gagahnya Ratu Ayu Kencana Wungu. Aku juga bukan Arya Dwi Pangga. Yang setiap kata yang keluar dari bibirnya, menjadi merdu dan nyaman untuk di dengarkan.

Berusahalah setia menjadi bait dalam setiap tulisanku. Dan siagalah dalam setiap topik yang selalu kuceritakan. Bahagialah karena kita termasuk dalam umat yang menemukan cinta. Karena cinta sudah banyak orang yang membicarakan, namun jarang orang yang menemukannya. Itulah mengapa cinta laksana hantu yang bergentayangan, yang selalu menggoda dan merayu manusia.

Seandainya aku mampu menentukan nasip. Akan aku putar semua memori kita yang dulu sempat ku umbar demi mengalahkan perasaanmu. Juga akan aku gambar dalam setiap kertas yang berhasil aku dapatkan. Agar tidak ada lagi gambar di dunia ini selain gambar manismu.

Namun aku hanya dapat pasrah dengan keadaan. Bahwa masih banyak gambar di dunia ini selain gambarmu. Bila saja aku bisa bertemu dengan Damarwulan. Akan aku pinjam sebilah arit yang biasa di buatnya untuk menebas rumput untuk kuda-kuda Patih Loh Gender. Akan aku robek, ku musnahkan, dan ku bakar gambar-gambar itu hingga hanya menyisakan gambarmu saja.

Jaswan & Ida (Jafar)

Sayang, teduh wajahmu memang tiada yang bisa menandingi. Sekalipun jelitanya Ratu Kencana Wungu sang penguasa Majapahit. Yang setiap langkahnya selalu membuat Kebo Marcuet terperanga menyaksikannya. Dan tetap saja, sang Ratu tidak dapat menerimanya hingga membuat dendam kesumat yang tiada henti.

Jangan. Jangan kau ulangi sikap biadapmu sayang. Karena bila saja kau tak kembali, mungkin hingga kini aku tidak bisa berdiri untuk menggemgam tangan kirimu dan merangkulmu dengan tangan kananku. Kita menari diatas tangisan kisah-kisah kita yang lalu. Lalu kita tersenyum melewati setiap hal yang membuat hari-hari kita menyenangkan.

Terimakasih Jafar (Jaswan & Farida)
Read more ...

SEMALAM DALAM SETAHUN

17 Agu 2013
Jafar | Cinta 1 Malam

Sebelumnya saya mau mengucapkan "Maaf lahir batin untuk semua sahabat". Sebenarnya banyak tulisan yang ingin saya tuliskan saat moment Ramadhan dan Idul Fitri tiba. Namun kenyataanya banyak yang tertunda dan tidak bisa terealisasi, pasalnya Warnet terpaksa mogok akibat sebagian besar billing harus diinstal ulang oleh teknisi.

Ada yang membahagiakan saat Kementrian Agama mengetuk palu pertanda Idul Fitri tiba. Kumandang takbir menggema menggetarkan dada. Siluet petasan melambung tinggi memecahkan suasana langit. Bibir ini berucap bahagia hingga mata basah secara tiba-tiba.

Hari pertama, setelah turun dari masjid. Saya sedikit terburu menuju rumah. Menjabat tangan orang tua dan sungkem di hadapannya. Lanjut ke rumah nenek, ke para saudara, hingga ke banyak tetangga. Alhamdulillah, syukur saya kehadirat-Nya. Karena berhasil menang atas Ramadhan dan bergembira di Idul Fitri.

Hari kedua, saya sempatkan mengunjungi saudara dan sahabat yang lumayan jauh. Dan hari ketiga, saya hanya berdiam diri di rumah, menunggu seseorang yang akan datang. Seorang yang mempunyai mata jingga yang kini badanya sudah mulai gemuk. Seorang wanita yang menyisakan sedikit harinya untuk pulang ke Jember. Seorang wanita yang mulai nampak semakin cantik dengan gemulai badannya yang kian mempesona.

Dulu saya sempat menuai hari-hari indah dengannya. Ketika saya masih berbandrol bagian marketing di PT. Sumber Alfaria Trijaya, Tbk. Malang. Saya selalu menyempatkan pulang ke Jember sepekan sekali untuk menengok orang tua dan nyambangi sang do'i. Hehee maklumlah saya memang tidak bisa jauh dikit aja dengan orang tua. Mesti selalu kangen dengan orang tua.

Sebuah moment yang sudah saya tunggu-tunggu. Bertemu dengan kekasih hati yang sudah lama sekali tidak pernah berjumpa. Walau hanya semalam dalam setahun, saya mensyukurinya. Karena dengan hati yang mantab saya masih dapat menyambutnya dengan hati yang riang. Bahagia, saat benar-benar tau bahwa yang sedang mengetuk pintu mengucap salam adalah dia bidadari hati.

Beberapa tahun yang lalu. Walau sempat memutuskan untuk berjalan sendiri-sendiri dengan tanpa ikatan yang serius. Kini sudah mulai kita semai dan rajut dengan serius. Tanggal 24 April 2010 yang lalu, tetap menjadi hari merdeka kita. Karena di tanggal itulah saya memproklamirkan hari bahagia kita lewat pemandangan berkabut Puncak Kunir Bukit Sukmo Ilang yang ada di Wuluhan.

Menikmati indahnya kelopak matamu yang hanya semalam saja. Merasakan pelukan mesramu walau hanya semalam saja. Dan menjadi pria sempurna juga dalam waktu semalam saja. Karena setelah itu kau bawa kembali tulang rusukku jauh menyeberangi lautan luas untuk menuju Pulau Dewata. Lalu kembalilah diriku menjadi jomblowan yang akan menantimu berlayar lagi hadir di pelabuhan Ketapang Banyuwangi.

Terimakasih cinta. Kuterima hadiah pertemuan ini dengan penuh suka cita yang tidak akan pernah kulupakan hingga nanti. Dan juga tabah merelakan dirimu kembali ke perantauan yang jauh disana. Berharap dengan sangat kamulah ibu dari anak-anakku kelak. Yang akan menemaniku dalam suka duka cerita kita.

Read more ...

MELAYANI DENGAN SEPENUH HATI

5 Jul 2013

Berusaha tampil secara maksimal itu memang sangat penting. Khususnya bagi yang selalu beraktifitas dan berkomunikasi dengan banyak orang. Apabila kita tampil maksimal dan penuh percaya diri setiap harinya akan mengakibatkan kesan menarik dan nyaman bagi orang lain. Sehingga orang lain akan datang kembali dengan kita pada suatu saat nanti.

Untuk itu, sekarang coba akan aku share mengenai beberapa hal yang menyebabkan banyak orang terkesan dengan kita, tentunya untuk hal pelayanan dan penampilan. Bagiku melayani orang dengan baik itu adalah prioritas utama dalam setiap pekerjaanku. Sebab harapanku adalah orang yang datang kepadaku akan kembali datang lagi di lain waktu.

SARAPAN PAGI

Sebelum berangkat bekerja, aku biasakan untuk sarapan. Karena kasian kan Mama ku yang bangun lebih pagi hanya untuk memasak agar semua anak-anaknya tidak kelaparan. Juga beliau memang sudah tugas sedari pukul 05.30 pagi untuk bekerja. Jadi hampir setiap hari aku tak pernah berpamitan saat berangkat kerja kepada beliau. Mungkin aku hanya berpamitan dengan Ibuk yang sudah stay on the market di depan rumah.

Sarapan pagi itu bagus lo agar daya tahan tubuh kita bisa lebih kuat dalam beraktifitas. Aku sudah membiasakan sarapan mulai sekolah dulu. Kata Mamaku sarapan itu bagus untuk menjaga otak agar konsentrasi dalam setiap pelajaran itu tetap baik. Emm... Mama memang banyak cara untuk merayuku.

Dan setelah sarapan, cipika cipiki sama adek yang paling kecil, berangkatlah aku dengan menyemai senyum kepada seluruh masyarakat Karang Duren - Balung dan sekitarnya. Hehee. Sampai di warnet, bersih-bersih, nyapu-nyapu, ngelap sana - ngelap sini, chek komputer, display soft drink di lemari es, dan terakhir membuka gerbang warnet dengan semangat dan bilang "Selamat datang silahkan parkir dan silahkan bermain".

SALAM, SENYUM, & SAPA

Ini merupakan perilaku yang sudah aku lakukan sejak masih bekerja di PT. Sumber Alfaria Trijaya Tbk. dulu. Karena memang sejak keluar dari SMK Teknologi Balung - Jember tahun lalu aku sudah bekerja sebagai bagian Kepala Marketing perusahaan gede penyedia makanan dan minuman itu. Dan dari situlah aku mulai belajar melayani dengan baik orang-orang yang ingin order atau ingin joint bersama perusahaan kami. Dan puji syukur Alhamdulillah aku bisa bertahan hingga lebih dari satu tahun lamanya tinggal di kota dingin Malang itu.

Keluar dari situ aku beralih ke sebuah market yang cukup terkenal di Jember. Maklumlah kerja jauh terus sama Mama memang tak enak. Bawa-annya kangen terus. Hehe. Sebuah perusahaan yang menyediakan beragam food dan store departement. Golden Market Jember itulah namanya. Kebetulan pengalamanku di perusahaan sebelumnya membawa saya banyak menerima penghargaan karena kelihaianku berolah kata dan komunikasi dengan customer. Salah satunya adalah Ambasador Sari Husada. Bahagia sekali rasanya mendapatkan itu semua, dan hadiah yang paling membuat saya tersentuh adalah senyum Mama. Bahagianya.

Dan di warnet, aku coba menerapkan hal itu. Dengan harapan mereka dapat merasakan puas atas pelayanan dan sikapku. Dan walhasil tidak sedikit banyak dari mereka yang kembali lagi datang ke warnet. Bahkan ada yang rela menempuh hingga berkilo-kilo meter untuk datang ke warnet ini. Padahal kalau dipikir "apakah disana gak ada warnet?". Pernah aku bertanya pada salah satu memberku, namanya Mbk Nunik Purwanik dia adalah salah seorang SPG salah satu produk obat nyamuk, rumahnya di Puger kalau di ukur bisa menempuh waktu setengah jam kalau ke warnet.

"Mbk, di dekat rumahnya sampean gak ada warnet ya?" tanyaku santai.  
"Ada sih Mas, tapi gak se-ramah dan se-lucu sampean" aihh tiba-tiba kepalaku membesar segede monitor, emangnya aku pelawak. Hehee.

Maka dari itu salam, senyum, dan sapa ramah itu sangat perlu. Apalagi kalau anda semua bekerja pada posisi yang sama denganku. Untuk itu tetaplah tersenyum.

MENDENGARKAN & MELAKSANAKAN

Dan mendengarkan apa yang diminta sama customer/member itu vital. Apa yang mereka mau, cobalah penuhi dengan cepat dan tanggap. Laksanakan penuh dengan tanggung jawab. Agar mereka merasakan puas dan senang. Karena mereka merasa dilayani dengan baik, dan diperhatikan.

Terkadang memang ada juga beberapa yang menjengkelkan, dengan terus memaksa untuk cepat dilayani. Padahal kita sedang melayani pelanggan yang datang lebih awal. Caranya, bicaralah dengan sedikit tegas dan santun, untuk tetap mengantri di belakang. Apabila memang masih saja begitu, suruhlah kembali bersabar dan tetap menghormati privasi anda. Bahwa anda sedang melayani pelanggan yang datangnya lebih awal. Namun jangan emosi, karena akan memberi kesan tempramental terhadap pelanggan yang sedang ada dihadapan anda kini.

MEMBERIKAN SOLUSI

Setelah itu berikan sedikit solusi terhadap kasus yang sedang dihadapi pelanggan. Dengan harapan dia bisa kembali berhati-hati agar tidak mengulangi kesalahan yang kedua kalinya. Kan menjadi kurang manfaat apabila dia mengulangi kesalahan yang kedua kalinya. Tidak ada hasilnya dengan perjuangan anda selama ini.

Dan Alhamdulillah, member saya di warnet tidak ada yang sampai mengulangi hal yang kedua kali. Rata-rata mereka membawa misi khusus dari rumah yang tidak bisa mereka kerjakan sendiri. Dengan beragamnya masalah juga bergam pula solusi. Dan akhirnya kita juga semakin pintar dengan masalah-masalah itu.

UCAPKAN TERIMA KASIH

Dan ini yang terakhir, ucapkan terimakasih dengan siluet senyum. Atas semua kepercayaan dan harapannya datang ke tempat anda. Dan mereka akan juga merasa damai berhadapan dengan anda. Juga itu maksud dari pelayanan anda, mereka puas dan pasti mereka akan mencari anda lagi dilain kesempatan, dan merasa kecewa apabila tidak bertemu dengan anda lagi.

Rekan-rekan semua, mungkin itu kiatku dalam menghadapi pelanggan dan menanggapi setiap keluhan dan problem yang mereka hadapi. Pekerjaan apapun itu adalah ibadah bagi kita, berusahalah jatuh cinta pada pekerjaan anda. Niscaya pekerjaan anda akan memberi flash back positif pula dalam kehidupan anda.

Ayo kembali berbagi cerita, dan salam sayang untuk orang-orang yang menyayangi anda.

Read more ...

HUJAN, KAU INGATKAN AKU

30 Jun 2013
Sudah beberapa hari hujan mengguyur tiada henti. Kadang, ada perasaan males untuk keluar rumah. Padahal aku paling hobi sekali keluyuran. Selain aku harus rajin mencuci motor, aku juga harus sering laundry pakaianku yang selalu basah tiap kali pulang kerja.

Dan hari ini. Hujan kembali merintik begitu derasnya.Gemuruh suara petir pun tak juga mau mengalah. Warnet ini begitu sepi. Yang terdengar hanya hempasan angin blower kipas dan ayunan air yang saling bekejar-kejaran.

Ku lihat diluar sana. Anak-anak kecil menari-nari ditengah jalan, sambil sesekali menjahili temannya.

Hujan, kau ingatkan aku. Mengingatkan masa kecil yang begitu indah untuk dilewatkan. Mengingatkan kenakalan yang juga indah untuk dihapuskan. Masa kecil yang menggembirakan.

Dan, dibalik daun pintu disana. Terlihat wajah nan ikhlas yang menanti, melihat, dan menggembalakan perasaannya. Dia adalah seorang ibu dari anak yang terus berlari di depan rumahnya. Ibu dari seorang anak yang berperang dengan deburan hujan. Melawan rasa takutnya dengan petir yang tak berhenti bersautan. Anak yang berani.



Sedangkanku, melihat itu semua bak memutar sebuah film kehidupanku dulu. Saat Mama yang sedang merajut tikar, harus rela berlari mengejarku, berteriak memanggilku, dan tak pernah berhenti mendoakanku. Agar aku tak kedinginan dan lantas masuk angin.

Lalu Ayah, apa kabar kau disana?. Apakah tenagamu masih cukup kuat untuk menggayuh becak tuamu?. Apakah kau masih tegar dengan komitmenmu membahagiakan keluargamu?. Ayah aku merindukanmu, kapan kau pulang dengan sejuta ceritamu disana?. Disebuah kota bernama Surabaya yang dulunya sering menjadi roman-roman cerita keluarga kita.

Hujan, kau sanggup buatku menangis. Dan juga kau mampu mengingatkanku pada cerita-cerita ku dulu. Saat aku lugu dengan semua peringatan-Mu. Karena saat itu aku masih belajar, ya belajar untuk tetap buatmu ada dalam suka duka ku.

Ya Gusti yang maha Kuasa. Berikan kesehatan untuk semua orang yang menyayangiku. Berikan manfaat dari apa yang sudah mereka lakukan kepadaku. Dan pada suatu saat yang telah Engkau janjikan datang. Aku dan mereka semua termasuk dalam umat yang tetap menjujung tinggi ajaran-Mu. Amienn.

Seandainya hari ini aku mampu, menyerahkan jiwa ragaku untuk sebuah cinta kasih keluargaku. Mungkin aku tak kan berhenti untuk memunajat kepada-Mu. Atas semua yang telah kau beri untuk keluarga kami. Juga hari-hari kami.
Read more ...

DARAH MUDA

29 Mei 2013

Darah muda darahnya para remaja
Yang selalu merasa gagah, tak pernah mau mengalah
Masa muda masa yang berapi-api
Yang maunya menang sendiri walau salah tak perduli, darah muda

Itulah sepenggal lirik dari salah satu karya Raja Dangdut kita. Liriknya sederhana namun punya banyak makna. Mungkin itu kiranya yang terjadi sekarang?.

Beberapa waktu lalu, tepat tanggal 24 Mei 2013 adalah hari yang begitu menentukan bagi seluruh siswa dan siswi tingkat SMA/MA/SMK. Yaitu pengumuman kelulusan. Banyak yang wira-wiri datang ke Warnet hanya untuk mencari informasi mengenai hasil yang akan mereka terima. Namun, lagi-lagi mereka harus gigit jari. Karena Kementrian Pendidikan masih belum menyebarkan hasilnya hingga sore hari. Mereka hanya menunggu hingga Pukul 5 sore. Apabila tidak ada wali guru yang datang kerumahnya berarti mereka LULUS. Dan hasilnya merekapun bertambah was-was.

Tiada berhenti saya untuk memberikan semangat kepada mereka. "Sabar" itu kata yang kerap saya ucap setiap kali mereka memasang muka kecewa. Lantas merekapun membantah dengan banyak alasan. Salah satunya "kitakan ujian susah mas, masak pengumuman aja juga masih dipersulit". Namun saya membalasnya hanya dengan senyum dan anggukan. Dalam hati "kasihan mereka".

Kemarin, jalanan di pusat Kecamatan rame sekali. Mereka yang dinyatakan Lulus menggelar aksi bahagia dengan mencorat-coret seragam Putih Abu-Abunya. Mereka juga melakukan Konvoi besar-besaran. Saya heran apa yang sudah meracuni fikiran anak-anak muda sekarang?. Bukankah hal itu sangat merugikan?. Memblokade jalan, membakar spanduk, berdandan ala preman, bahkan tawuran di setiap tempat.


Saya juga melihat. Mereka dikawal langsung oleh guru dan bagian kesiswaan. Padahal segenap aparat sengaja diturunkan untuk menustaskan tawuran pelajar dan konvoi kelulusan tahun ini, namun agaknya mereka pun kuwalahan menghadapi darah muda para pelajar tahun ini.

Bukankah sebaiknya mereka melakukan hal-hal yang positif. Menyumbangkan seragam layak pakainya untuk adik kelas yang kurang mampu. Bakti sosial. Tasyakuran atas kelulusannya. Atau bahkan segera mencari kerja demi membantu perekonomian keluarga. Ada memang saya lihat beberapa berita di layar kaca sebagian mereka menggelar acara bakti sosial. Saya rasa itu ide yang bagus. Menonjolkan sifat kemanusiaan dan memberikan contoh dan tauladan yang baik untuk adik-adik kelasnya.

Mengingat Ujian Nasional (UN) yang amat sulit tahun ini, bahkan sebagian provinsi juga telat dalam hal distribusi soal. Mungkinkah pelajar sekarang lagi mengamuk, demi menuntaskan demdamnya pada proses UN?.

Saya juga kembali teringat saat pengumuman lulusan beberapa tahun silam. Namun saya melewati hari itu dengan jalan-jalan untuk melepas gerah dan untuk mengusir dredeg waktu itu. Dan hasilnya Alhamdulillah memuaskan. Mama, anakmu LULUS. Pelukannya kembali menenangkan fikiranku.

Lalu kalau bibit penerus bangsa semuanya seperti itu, mau di bawa kemana Indonesia?.
Read more ...

CITA-CITA KU MENJADI SEORANG POLISI

25 Mei 2013

Lampu kamar tidurku masih menyala terang, saat tengah malam itu. Ada hal yang membuatku sulit terlelap. Padahal sepulang dari tugas jaga malam aku ingin sekali segera beristirahat. Tetapi entah mengapa aku sulit memejamkan mata?. Malam yang begitu dingin.Sementara gerimis di luar sana juga masih gembira bermanja dengan daun-daun dan ranting pepohonan.

Kutarik buku album yang berisi foto-foto masa kecil nan mungil dulu. Satu halaman ke halaman yang lain. Satu lembar ke lembar yang lain. Dan dari satu foto ke foto yang lain. Sungguh masa-masa yang indah. Ketika kecil dulu saya berkeinginan menjadi seorang pembela kejahatan, dan menegakkan keadilan di Negara Republik Indonesia. Menurut saya itu adalah ide yang sangat mulia. Ketika ditanya oleh salah satu guru Sekolah Dasar (SD) dulu mengenai apa cita-cita kalian, saya paling antusias menjawab dari pada teman-teman yang lain. Saya bilang bahwa saya ingin sekali menjadi seorang polisi. Pernah juga saya ungkapkan cita-cita itu kepada Mama, namun Mama saya cuma tersenyum sambil menganggukkan kepala. Tetapi itu cukup membuat saya senang.

Bulan Agustus pun tiba. Disekolah sedang sibuk mempersiapkan acara pesta Agustus-san. Ada macam-macam lomba yang digelar. Namun diantara sekian banyak lomba, saya hanya mengikuti lomba bidang study saja. Selain banyak lomba yang digelar, ada juga acara Karnaval. Acara inilah juga mengharuskan para siswa-siswi untuk mengikutinya. Sayapun kembali merengek sembari menarik-narik baju Mama. Saya ingin sekali mengenakan seragam polisi yang tadi sempat di pamerkan ibu guru di depan kelas. Namun lagi-lagi, beliau hanya menjawab senyum dan anggukannya. Terimakasih ma.

Persiapanpun dimulai, saya juga semakin antusias menantikannya. Hari itu Mama terlihat sangat sibuk, sedari pagi setelah masak, aku ditenteng keliling desa. Dari teman satu ke teman yang lainnya. Aku tak mengerti dengan sikap Mama. Ahh, ternyata Mama mencari kostum Polisi yang tepat untuk saya. Sampai akhirnya seragam Polisi itu di dapatkan. Haaa haaa senang hatiku. Tidak sabar menantikan hari istimewa itu, hari karnaval dimulai.

Siang itu wajah mentari seperti kian bersemangat, semilir udara siang juga menambah semangatku melambai. Aku dibonceng oleh Mama dari rumah menuju sekolah dengan senyuman yang juga lebar. Iya, saya sudah mengenakan seragam Polisi ini. Tak henti-hentinya pluit merah itu aku tiup kencang-kencang hingga bibirku sedikit membengkak. Namun bagiku tak apalah, yang terpenting aku terlihat lebih gagah dari biasanya. Mungkin saja saya mirip dengan Bpk Susilo Bambang Yudhoyono kali ya?, atau mungkin seperti Briptu Norman Kamaru. Tetapi apabila saya menjadi Polisi saya tak mau seperti Norman deh, soalnya saya tidak begitu suka lagu India. Hee heee heeee.

Dentuman drum band sudah di mulai. Dan ternyata saya berada di urutan terdepan bersama dua teman yang lain. Sambil menenteng Lambang Negara Indonesia Tercinta yaitu Burung Garuda. Dan dua teman disampingku membawa Bendera Merah Putih. Dan kitapun berjalan pelan ditengah sorak-sorai penonton. Seakan tak ingin segera berakhir pesta meriah ini. Dan Mama, terus berjalan pelan juga mengikuti iring-iringan karnaval itu.

Memang masa kecil adalah masa yang bahagia. Jangan pernah lupakan masa kecil kita, sebab dari situ kita bisa belajar untuk menjadi dewasa. Mama kau banyak berjuang untuk masa kecilku. Terimakasih untuk pengorbananmu. Maaf, anakmu tak bisa mewujudkan cita-cita menjadi polisi. Namun aku akan berusaha membahagiakanmu. Insyaallah.
Read more ...

DEMI JANJIKU PADAMU

14 Mei 2013
Dibawah rinai rembulan malam kini kutemukan sebuah ketenangan yang amat lekat. Desir sang angin yang berkelebat kian menambah suasana malam ini menjadi begitu serasa dinginnya. Hingga pikiranku terpatok pada kenangan masa silam dulu. Karena saat itu begitu teramat indah dirimu bagiku.

Kamu, sosok yang mengajarikanku keindahan, kesepian, juga kenikmatan. Bahkan suaramu bak semerdu gitar yang menebar lantunan merdu dari cerobong lubang dan tegang senar-senarnya. Sekarang, aku hanya bisa memandang lekuk indah pesonamu lewat mimpiku. Kasih, dimana kiranya dirimu berada?, aku sangat merindukan ketika tangan lembutmu membelai ringan separuh wajahku.



Ingatkah?. Saat aku berucap kalimat ungkapan kejujuran dulu. Dan tegas kau membantah dengan nada menggetarkan hati. Namun apapun itu, penolakanmu tetap seperti lambaian tangan yang seakan memanggilku untuk tetap mendekat dan terus mengejarmu. Harus benar kusadari, sikap cuekmu adalah semangat tinggiku untuk terus mencoba dan mengejar demi menadapatkanmu.

Hingga suatu hari. Mendung pekat menyerang langit-langit tempat kita tinggal. Gulungan petir itu serasa mengumumkan hujan lebat akan segera turun. Dan benar, gerimis kecil disertai angin siang itu kian lama kian membesar menimbulkan genangan air di mana-mana.

Makan siangku tersendat. Aku teringat sesuatu, teringat bahwa hari ini aku ada janji bertemu dengannya. Kubaca sekali lagi pesan singkat yang kemarin sempat dikirimkannya ke ponselku. Astaga. Ternyata benar, hari ini aku memang sedang berjanji mengajaknya jalan-jalan. Segera kupungkasi acara makan siangku. Tanpa basa-basi kupacu sepeda motorku, dengan amat tergesa kulawan hujan, kusikat jalanan dengan jas hujan abu-abu, dan terjang genangan air di jalanan. Ku keluarkan ponsel yang sengaja ku bungkus dengan plastik bekas gula. Dan kuketik dengan singkat "mluncur", yah semoga dengan satu kata itu mampu menghapus kecerobohanku. Pesan singkat itu melaju cepat, sama denganku yang semakin keras juga menunggangi sepeda motorku.

Tragis sekali nasibku, hujan deras yang berlangsung beberapa menit yang lalu membuat seluruh badanku bagai di tusuk jarum suntik. Dingin yang amat sangat menyayat badanku. Seluruh jemari tanganku mengerut bertingkat-tingkat. wajahku pucat bak mayat hidup yang sedang berjalan. Ya, aku hampir sampai di tempat itu. Tempat yang nyaman, elok, nan hijau ini. Aku berjalan setengah berlari menuju puncak itu, puncak bukit yang basah di tengah rinai rintik hujan yang mulai lelah.


Dipuncak bukit inilah aku saat pertama melihat manis kelopak matamu, saat pertama juga aku diam-diam tergelitik senyum melihatmu anggun memasak mie instan untukku. Aku bagaikan seorang pendekar yang terpesona oleh bidadari-bidadari langit yang turun bumi untuk merasakan segarnya air danau. Dan kau semakin kian cantik ketika lentik jemarimu memainkan anak-anak rambut di dahimu. Dan desir angin itu seakan berkompromi denganku, dia semakin nakal mengacak-ngacak rambut panjangmu.Sehingga kau semakin kesal, mengikat paksa rambutmu menjadi satu ikatan manis menghias mahkotamu.

Aku masih berlari mencari jalan pintas menuju tempatmu bersandar. Bahkan aku tak menghiraukan saat semak-semak berduri melukai kakiku. Sakit ini tak aku rasakan, dan dingin takku hiraukan. Tiba-tiba aku jatuh karena kerikil batu bercampur tanah menggodaku, dia sangat licin. Telapak kakiku mengalir darah, perih dan sakit. Namun lagi-lagi tak kuhiraukan hal itu. Demi senyum manis diatas sana.

Aku melambai sedikit berteriak. Tak kusangka dia berlari lantas mendekapku erat. Memukul-mukul manja pundakku. Lantas menangis dengan lirihnya. Isakan yang kudengar sekarang adalah ungkapan perhatian pertama dari seorang bidadari ini. Dan aku pun tersenyum melepas pelukanmu. Ada rindu yang termaafkan saat itu. Ada rasa bahagia yang kurasa. Kembali ku ulang kalimat indah dulu, saat aku ingin sekali mendekat dan memiliki hatimu. Dan dia mengangguk, yang berarti itu sebuah sikap menerima. Dia yang telah memiliki hatiku dan aku yang juga sedang memiliki hatimu. Semoga selamanya.



Hujan itu berhenti, walau sesekali airnya pun masih saja membuat basah bajuku. Dia kembali memasak untukku. Dan kali ini mie instan yang dia masak kita santap bersama. Hanya berdua dan tidak akan pernah ada orang lain. Kasih, terimakasih. 

Read more ...