Ini tentang hidup, dan bagaimana kita menjalaninya [?] Tuhan telah menghendaki kehidupan kita, namun kita berhak mengatur dan membawa kemana hidup kita. Saya pernah menyimak penjelasan salah satu guru saat masih duduk di bangku sekolah dulu. Beliau pernah menjelasakan bahwa apapun yang terjadi, kita berhak atas hidup kita. Contoh simplenya, Tuhan telah menghendaki kita menjadi orang bodoh, namun apabila kita berusaha terus belajar dan berusaha, Insyaallah anggapan orang lain tentang kebodohan kita. akan segera raib. Terlebih kita dapat mempertahankan prestasi tersebut. Itu luar biasa.
Sahabatku semuanya, terkadang cobaan yang di berikan oleh-Nya dapat membuat kita patah semangat. Betul. Tidak menampik kemungkinan, saya pun juga demikian. Tidak henti-hentinya kita berkeluh kesah dengan pertanyaan "Mengapa" seakan kita menjadi orang yang paling sengsara di dunia ini. Terlebih jika memang cobaan itu teramat sangat menyedihkan.
Yang perlu harus wajib kita ingat. Tuhan tidak akan memberikan cobaan di luar kemampuan kita. Percayalah, pasti akan ada jalan keluar dan solusi untuk menyelesaikannya. Dan itu kebesaran Tuhan Yang Maha Esa. Selanjutnya ketika ujian itu dapat kita hadapi dengan baik, maka cobaan plus cobaan tersebut akan sama dengan BAHAGIA.
Beberapa waktu yang lalu, saya mengalami kejadian yang luar biasa. Dan mungkin tidak dapat saya lupakan begitu saja. Keluarga saya lengkap berkumpul di teras rumah. Mama pulang lebih cepat dari ladang. Ayah juga bertepatan berada di rumah. Adik lelakiku satu-satunya juga turut serta nimbrung. Sementara saya juga pulang lebih cepat dari kelas mengajar. Kami duduk bersama, bercengkrama, dan bersautan berbicara. Terima kasih ya Tuhan, Engkau Selalu Esa di hatiku.
Karena saya gila sosmed, sengaja saya abadikan moment tersebut melalui posting di wall facebook dan saya teruskan ke twitter.
Sengaja memang, karena saya ingin pamer tentang kebahagiaan keluarga kami. Sebuah keluarga sederhana yang masih berhak mendapatkan kebahagiaan. Terima kasih buat sahabatku yang sudah bersedia memberikan komentar dan jempolnya di posting saya. Khususnya Mas Akhmad Muhaimin Azzet dan Mbk Vera Astanti yang seketika itu juga menginspirasi saya untuk memposting lanjutannya di blog ini. Juga menggelitik saya untuk turut menautkan komentarnya di judul posting kecil ini. Agar kebahagiaan itu kian abadi disini. Terima kasih Ya Allah.
Kesimpulannya, bahagia itu memang sederhana. Berkumpul bersama keluarga, duduk berdiskusi dengan sahabat, mengajar adik-adik, memberikan pelayanan yang baik di warnet, menghadiri undangan pernikahan sahabat dan mengispirasi banyak orang tentunya.
Sahabatku yang baik hatinya, jangan tunda-tunda lagi. Segera ciptakan kebahagian itu segera mungkin, jangan sia-siakan waktu berkumpul kalian. Jangan jadikan kesibukan kalian sebagai alasan untuk tidak bahagia. Berusahalah Insyaallah bahagia itu akan hadir dalam hidup Anda semuanya. Agar hidup kita akan lebih baik dan semakin bermanfaat. Thank you dear.
Saat ini kebutuhan internet adalah kebutuhan yang hampir pokok bagi sebagian besar masyarakat. Pasalnya dengan menggunakan teknologi internet kita akan dengan mudah terhubung, bahkan bersosialisasi langsung dengan seseorang meskipun tidak bertatap muka secara langsung.
Salah satu contoh saja para penggemar berat jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter. Mereka bahkan rela membuka jejaring sosial favoritnya hanya untuk memandangi wall dan timelinenya setiap saat agar mereka mengetahui beberapa informasi dari banyak kawan-kawannya diluar sana.
Tidak perlu mengambil contoh jauh-jauh. Saya pribadi, adalah salah seorang yang tidak dapat lepas dari internet. Internet dapat dikatakan kebutuhan yang sangat penting dalam hidup saya. Kenapa saya katakan demikian? Iya, karena rutinitas saya setiap hari adalah tukang parkir dan penjaga warung internet di wilayah kecamatan tempat saya tinggal. Saya menggeluti pekerjaan ini sudah lebih dari satu tahun lamanya. Dan selama itu pula saya masih tetap dapat menikmati dan memanfaatkan internet sesuai dengan kebutuhan dan secara wajar.
Selain pekerjaan sebagai tukang jaga warnet. Saya juga beberapa hari ini mendapatkan amanah dari guru saya sewaktu SMP dulu. Saya ditugaskan untuk turut serta berpartisipasi dalam kegiatan ekstrakulikuler komputer di SMP tersebut. Jujur, ini merupakan hal yang paling saya inginkan selama ini. Selain saya mendapat kegiatan yang baru, saya juga dapat mengaplikasikan apa yang selama ini menjadi keluhan saya saat menghadapi para client di warnet setiap harinya.
Bagaimana tidak? Kadang saya begitu sangat miris sekali apabila menghadapi anak-anak seusia SMP yang masih saja berteriak-teriak memanggil saya untuk menunjukkan bagaimana cara menyalin artikel, mem-paste-nya ke Ms. Word, dan mencetaknya melalui mesin printer. Saya terkadang geleng kepala melihatnya. Bagaimana mungkin mereka di beri tugas, dan mereka tidak tahu bagaimana menyelesaikan tugasnya dengan baik? Lalu pemikiran orang yang memberi tugas apa? Bagaimana pengaruh pelajaran komputer di sekolahnya?
Mungkin hal itulah, satu dari sekian banyak alasan. Kenapa saya begitu tertarik dan tergerak untuk masuk ke dunia internet. Mungkin pula buat kebanyakan orang di luar sana, permasalahan yang saya hadapi tidaklah penting. Namun bagi saya tidak. Ini merupakan tanggung jawab saya sebagai orang yang (setidaknya) mengerti tentang internet. Walaupun pada dasarnya, di luar sana, masih banyak orang yang lebih ahli, lihai, bahkan faham mengenai internet. Tetapi jiwa dan hati saya tetap berusaha untuk membantu sebagian besar dari mereka.
SEHARI TANPA INTERNET
Saya pernah di tanya oleh salah seorang teman. Bagaimana jika seorang Jaswan sehari saja tidak berhubungan dengan koneksi internet? Artinya dalam sehari saja saya di tuntut untuk tidak menggunakan internet. Baiklah, meskipun hal ini sangat tidak mungkin. Namun dengan berat hati saya akan mengatakan "Oke!!!"
Sehari tanpa internet [?] tentu akan ada banyak hal yang dapat saya lakukan. Mungkin bila memang hal itu benar-benar terjadi, Mama saya pasti akan seketika tersenyum. Saya akan dapat pastikan beliau akan bahagia. Tidak akan ada cucian yang menumpuk, karena pekerjaan saya menuntut saya untuk masuk setiap hari, jadi untuk urusan cuci mencuci biasanya dibantu oleh Mama.
Dapat juga dipastikan kebersihan rumah akan terjaga dengan baik. Karena bila sehari tanpa internet, pasti saya libur kerja kan? Otomatis saya akan stand by di rumah sambil menyapu dan membersihkan apapun yang di rasa kotor. Sebenarnya setiap hari rumah sudah di sapu, namun bila saya libur. Otoritas saya menyapu pasti makin banyak.
Jelas, pasti banyak hal lain yang dapat bermanfaat dengan sehari tanpa internet. Yang paling penting adalah waktu untuk berkumpul dengan keluarga akan lebih lama dari biasanya. Meskipun hanya dengan makan malam bersama, menonton televisi bersama, maupun jalan-jalan bersama. Pasti moment yang seperti ini adalah keinginan banyak orang di luar sana. Benarkan?
PENTINGNYA MENGAJARKAN INTERNET
Dengan internet, kita akan dapat dengan mudah berhubungan dengan orang lain. Disamping itu internet juga baik dan banyak manfaatnya. Walaupun disisi yang lain internet juga ada negatifnya. Namun hal itu tergantung bagaimana kita menyikapi dan menggunakannya dengan wajar.
Saya pribadi sudah merasakan manfaatnya. Saya dengan teman-teman pemuda desa yang lain dapat mendirikan Komunitas Pemuda Desa juga karena sebelumnya kita memanfaatkan media internet sebagai ajang berkumpul dan bersilaturahmi. Dan akhirnya Komunitas kami IPK (Ikatan Pemuda Karangduren) memutuskan untuk bertemu, dan duduk bersama mewujudkan keinginan kita masing-masing untuk membuat sebuah komunitas pemuda di desa tempat kami tinggal, yaitu Desa Karangduren. Dan puji syukur Alhamdulillah, hingga kini komunitas kami masih saja kokoh berdiri di kaki sendiri.
Terhitung mulai bulan November 2013 yang lalu, dan kini Komunitas kami sudah sedikit sukses membantu pendidikan nasional dengan memberikan bimbingan belajar gratis bagi siswa dan siswi sekolah dasar tingkat IV, V, dan VI. Dan kamipun juga tidak mengharapkan imbalan apapun dari mereka, asal mereka dapat belajar lebih giat dan rajin lagi untuk kedepannya.
Lain dari pada itu, saya mengenal tentang tulis menulis (ngeblog) juga karena saya mengenal internet. Karena saya berfikir setiap hari saya menjaga warnet, dan bila saya tidak dapat memanfaatkan internet dengan baik dan maksimal. Maka saya adalah orang yang tidak cukup beruntung di dunia ini. Maka dengan pernuh percaya diri, awal tahun 2011 saya memantapkan diri untuk menjadi penulis melalui media blogspot, dan inilah hasil saya. Sebuah blog yang sederhana sebagai pengganti buku diary saya setiap harinya.
Kesimpulannya. Segala sesuatu bila dimanfaatkan dengan baik, pasti hasilnya juga memuaskan dan baik juga untuk diri kita sendiri dan juga orang lain. Begitu pula dengan internet. Internet, bila dapat dimanfaatkan dengan baik dan wajar maka hasilnya pun juga baik untuk kita semuanya. Dalam hal ini saya sangat antusias sekali dan mendukung sepenuhnya progam Indonesia Genggam Internet dari Telkomsel.
Dengan harapan. Telkomsel sebagai provider nomor satu di Indonesia, mampu membangun dan mengembangkan progam-progam baru untuk masyarakat Indonesia khususnya pelajaran internet bagi semua lapisan masyarakat. Agar tercipta komunikasi yang semakin baik untuk masa kini dan masa depan.
Terakhir. Mari kita bergandeng tangan, saling merangkul pundak untuk menyebarkan kebaikan internet. Karena internet mampu membuat Indonesia semakin baik dan mencerdaskan bangsa. Terima kasih Telkomsel, senang mengenalmu. Semoga semakin maju dan sukses ke depan. Amin.
Sebelumnya saya bersyukur sekali. Alhamdulillah, akhirnya email saya dapat terselamatkan selama hampir kurang lebih dua minggu tidak dapat dibuka. Bukan karena password, tapi handphone saya mengalami gangguan teknis dalam menerima kode verifikasi dua langkah yang saya gunakan.
Karena hampir dua minggu saya hanya bisa melihat blog ini tanpa memposting satu artikelpun, maka hari ini saya akan kembali mengisi blog sederhana ini dengan ragam cerita. Beberapa cerita yang memang tidak dapat terlampiaskan oleh tulisan. Heheee yuk mulai sikat.
Baiklah kali ini saya akan bercerita tentang anak-anak. Banyak orang yang mengatakan kepada saya, bahwa saya cenderung menyukai anak-anak. Benarkah? Saya juga kurang tahu. Yang jelas saya memang sangat senang berada di tengah anak-anak. Mungkin dewasanya "Mengayomi", saya hanya ingin memberikan mereka kebahagiaan, betah dengan kehadiran saya, dan merindukan saya tatkala saya tidak datang menemui mereka.
Namun, beberapa hari ini saya sering di buat jengkel sama anak-anak. Khususnya anak yang masih duduk di bangku Sekolah Dasar. Sebenarnya permasalahnnya simple namun tidak boleh diremehkan. Mereka seharusnya mendpatkan perhatian yang sangat serius baik guru sekolah maupun orang tua.
Kronologi :
Sekelompok anak berjumlah enam orang datang menuju meja billing warnet. Saya mulai merengut dan sedikit geregetan. Sudah kebiasaan, mereka selalu datang pada saat jam warnet mulai rame di datangi pengunjung (pukul 13.00 - 15.00 WIB) mungkin juga pada jam tersebut anak-anak sduah pulang sekolah. Sayup-sayup saya dengar mereka tertawa cekikikan dengan beberapa teman sebayanya. Tentunya hal ini juga sangat mengganggu pelanggan yang lain. Berisik sekali. Saya ingin tahu, apa yang sebenarnya mereka tertawakan? Saya klik "Remote Client" pada billing server. Dan seketika saya kaget. Mereka membuka games online anak-anak yang ternyata kontennya sangat tidak baik untuk dilihat. Astagfirullah.
Sekarang, siapa yang harus disalahkan? Beruntung saya masih sempat berbicara dengan mereka, sekaligus mencari informasi dari mana mereka tahu tentang games online tersebut. Mereka menuturkan, pelajaran menggunakan internet berawal dari lembaga pendidikan dari masing-masing sekolahnya. Jadi mereka memang ada jam khusus pelajaran komputer yang sekaligus membahas internet. Baiklah berarti awal mulanya berada di sekolah. Mungkin dengan semakin pesatnya kecanggihan teknologi seperti sekarang ini, sebagian ataupun seluruh lembaga di negeri ini ingin memperkenalkan internet di kancah pendidikan sekolah dasar. Dengan tujuan agar mereka semakin maju dan berkembang.
Sejauh tujuan dan manfaatnya bagus dan jelas saya sih tidak perlu mempermasalahkan. Namun bila kasusnya seperti yang sempat saya temui beberapa saat lalu. Siapa yang dapat memper-tanggungjawab-kan? Apakah saya sebagai tukang jaga warnet? Ataukah orang tua? Dan mungkinkah masing-masing guru pelajaran komputer di sekolah?
Inilah yang harus kita satukan. Kita mempunyai tugas dan tanggung jawab untuk dapat membuat generasi kita tumbuh menjadi insan yang pinter. Kita belum terlambat untuk belajar dan mengajari mereka. Kita harus ikat kerjasama baik ini supaya kita dapat menjamin kualitas dan kuantitas masing-masing generasi.
Guru disekolah memberikan pelajaran komputer dan internet. Orang tua memberikan nasehat. Serta baik saya maupun banyak penjaga warnet di luaran sana sama-sama memberikan pengarahan dan pengertian, bagaimana memanfaatkan internet secara wajar juga baik. Saya rasa ini akan dapat meminimalisir adanya penyelewengan pemanfaatan internet di usia dini seperti mereka. Tentunya kita harus terus berusaha dan sabar. Insyaallah berhasil.
Begitu pula ketika saya sedang berada di tengah-tengah kelas saat kegiatan Rumah Belajar dilaksanakan. Saya selalu memberikan pengarahan tentang memanfaatkan internet kepada mereka. Karena jujur saja saya sedikit merasa tugas saya tidak maksimal bila apa yang sudah saya berikan kepada adik-adik saya di Rumah Belajar tidak dapat tersalurkan dengan baik. Tentunya kita harus menggunakan bahasa yang komunikatif dan nyaman. Dan sejauh ini mereka semua masih mencintai saya sebagai kakaknya.
Oh iya, kami baru saja melaksanakan kegiatan jalan sehat dan senam bersama hari minggu kemarin. Tungguin aja kehebohannya ya sobat. Do'akan kegiatan kami selalu lancar. Amin.
Sudah tiga bulan terakhir ini saya menyandang profesi sebagai tenaga pendidik sukarelawan di Rumah Belajar IPK. Walaupun jadwal mengajar saya hanya dua hari dalam sepekan namun saya merasakan sensasi baru dalam hidup saya. Saya sangat berbangga, bisa membagi ilmu yang dulu pernah saya dapatkan saat masih duduk di bangku sekolah.
Ini memang kegiatan nyata yang sudah lama saya idam-idamkan. Sebuah kegiatan yang sedikit banyak dapat membuat desa tempat tinggal saya lebih maju dan dapat menjadi referensi bagi desa-desa lain. Dan khususnya bagi para pemuda-pemuda di desa lain agar dapat berfikir lebih positif dan berkembang. Itu adalah salah satu visi misi kami.
Ternyata mengajar itu tidaklah mudah. Ada banyak hal yang harus kita persiapkan. Khususnya mental dan database pembahasan setiap sub bab yang akan diajarkan. Dengan adanya kegiatan baru, akhirnya mau tidak mau saya harus kembali membongkar gudang penyimpanan buku-buku pelajaran yang masih bisa manfaatkan untuk saya pelajari. Sebelumnya saya sedikit kesulitan, karena saya harus berusaha menerapkan apa yang sudah saya tulis dan juga saya dengarkan saat saya dulu masih dibangku sekolah dasar.
Saya kembali rajin brosing beberapa artikel di alam maya hanya untuk mencari referensi-referensi 'bagaimana cara menciptakan suasana kelas yang menyenangkan namun tetap bisa fokus terhadap bab yang dibahas'. Apalagi target saya adalah anak-anak yang masih terlalu dini untuk bisa diajak lebih lama fokus tetang suatu hal. Ini tantangan bagi saya, namun saya harus belajar melakukannya.
Beberapa tahun lalu saya pernah mempunyai anak didik yang juga meminta saya untuk mendampingi proses belajar mereka. Tidak banyak memang, hanya enam orang, dan rata-rata mereka duduk di tingkat sekolah menengah. Setiap hari mereka membuat janji dengan saya, 'kapan saya bisa mengajari mereka'. Dan sayapun dengan senang hati membantu mereka semua. Membantu persiapan ujian tryout dan ujian-ujian sekolah yang selalu membuat pusing seluruh pelajar di negeri ini. Bukan berarti saya memahami semua pelajaran di sekolah, namun saya yakin bisa sedikit banyak membantu mereka dalam belajar.
Pernah Mengajar Ngaji Di Mushola
Dulu, saat saya masih belajar aktif di pesantren. Saya juga pernah dipercaya oleh salah seorang pemilik mushola di dekat rumah untuk mengajar ngaji. Baik itu tauhid, tajwid, dan lain-lain. Dan saya juga kawan-kawan yang lain menerimanya dan melakukannya dengan senang hati. Namun sayangnya kegiatan mulia itu harus kandas karena seiring kesibukan saya dan kawan-kawan. Kami harus berpisah untuk melanjutkan sekolah di tingkat menengah masing-masing. Ada yang hijrah ke wilayah kota dan sementara saya harus menggayuh sepeda untuk melanjutkan sekolah di wilayah kecamatan.
Namun ingatan adik-adik terhadap kami masih tetap baik. Mereka masih tetap bertegur sapa mengucap salam saat berpapasan. Oh ya, mereka semuanya menyebut saya "Ustadz Jaswan", hahay saya sering kali geli mendengar kalimat itu, padahal muka saya tidak cukup mirip seperti Opick, hehee.
Kembali ke Rumah Belajar IPK. Berdasarkan pengalaman-pengalaman diatas saya semakin yakin, saya adalah orang yang beruntung dapat menyalurkan cita-cita saya yang belum sempat saya wujudkan. Menjadi guru adalah hal yang mulia, dan saya juga tidak menuntut kompensasi kepada mereka semua. Kegiatan saya ini murni sukarelawan. Kami hanya mengumpulkan kas mingguan yang tidak mengikat dari masing-masing anggota IPK. Dan kami biasa menyebutnya shodaqoh. Karena kami bukan berdiri karena lembaga atau apapun, ini hasil pemikiran para pemuda yang ingin membuat desa tempat tinggalnya di tinggikan derajatnya oleh Allah SWT. Amin. Do'akan kegiatan kami langgeng ya sahabat blogger semua!!!!
Tepatnya setelah kejadian dicurinya Red Devil oleh orang yang tidak bertanggung jawab beberapa minggu yang lalu. Kegiatan saya setiap hari selalu saya jalani dengan bersepeda. Kalau di tanya apakah saya capek? itu pasti! Namun, pasti saya akan mencoba terus bersabar hingga proses pengajuan ansuransi selesai. Dan Insyaallah saya bisa mencari penggantinya Red Devil.
Jujur saja ini cukup berat untuk saya jalani. Bukan maksud saya untuk mengeluh. Namun inilah kenyataannya. Dimanapun kerja pasti capek. Apalagi saya harus menggayuh sepeda saat berangkat dan pulang dari kerja dengan kondisi jalan yang lumayan buruk dan juga jarak yang cukup jauh. Hal inilah yang sering saya keluhkan saat saya sampai dirumah. Capek. lelah, ngantuk, bau, dan sebagainya. Dan mama selalu membalas dengan jawaban yang sama setiap hari. Sabar, sabar, dan terus bersabar.
Baiklah sahabatku semuanya. Tidak ada guna saya terus mengeluh. Toh saya harus tetap menjalani aktifitas saya apapun yang terjadi. Karena ini latihan sikap tanggung jawab saya terhadap hidup saya sendiri. Tentunya sebelum saya melangkah ke kehidupan saya lebih jauh nanti.
Manfaat dan Alasan Bersepeda
Berikut ini saya akan berikan informasi mengenai manfaat kegiatan bersepeda. Dengan harapan setelah sahabat semua membacanya. Sahabat semua dapat mengambil manfaat berdasarkan pengalaman pribadi saya. Apa yang saya dapatkan sangat luar biasa hebat. Dan hukum wajib bagi saya untuk sharing kepada sahabat semua.
1. Lebih Sakinah Menikmati Pemandangan Alam
Desa saya adalah salah satu desa yang unik. Sebuah desa yang dikelilingi pesona bentang sawah yang lumayan lebar. Dari arah manapun kita akan bertemu dengan bentangan sawah yang pada saat ini sedang persiapan musim panen. Batang-batang padi yang kokoh sudah mulai merunduk karena biji padi yang setiap hari akan semakin berat dan berubah warna menjadi kuning.
Inilah yang membuat saya bangga dengan Desa Karangduren yang kutempati sekarang. Sebuah desa yang kaya akan sumber daya alamnya. Tanah yang subur, air bersih yang mudah kita dapatkan, serta flora fauna yang masih beragam. Dan dengan bersepeda saya bisa menikmati semua itu dengan lebih lama.
2. Baik Untuk Tulang dan Otot
Bersepeda memang mempunyai banyak manfaat bagi kesehatan tubuh kita. Seperti yang sudah saya baca di layar mini ini. Salah satunya adalah baik untuk kesehatan jantung. Karena dengan bersepeda dapat membuat jantung kita bekerja lebih maksimal dari biasanya. Bahkan kemungkinan kita akan terhindar 50% dari resiko penyakit jantung.
Selain sehat untuk jantung. Dengan bersepeda kita juga dapat meremajakan otot-otot dalam tubuh kita untuk kembali aktif dan kuat. Terutama otot bagian kaki. Sehingga fungsi otot akan semakin efisien untuk tubuh kita. Bukan hanya itu, bersepeda juga baik untuk kepadatan tulang kita. Sehingga resiko terkena osteoporosis dapat terkurangi.
3. Baik Untuk Sirkulasi Darah dan Otak
Seperti yang sudah kita tahu. Bahwa otak kita membutuhkan sirkulasi darah serta oksigen. Dan dengan bersepeda kita telah membantu memperlancar sirkulasi tersebut dan membuat otak kita mampu bekerja lebih baik. Disamping itu dengan tingkat sirkulasi darah yang cukup baik. Resiko terkena darah tinggi dan struk juga dapat sedikit berkurang.
4. Olahraga Yang Mudah, Murah, dan Melindungi Bumi
Sudah pasti jelas, olahraga bersepeda adalah olahraga yang cukup mudah dan juga murah. Kita tidak perlu merogoh saku terlalu dalam untuk melakukannya. Dan kita lakukan kapan saja kita mau. Namun, untuk lebih baiknya kita bisa melakukan bersepeda saat pagi hari. Karena udara pagi hari lebih baik dari pada siang ataupun sore hari. Karena udara pag masih belum banyak terkontaminasi oleh polusi kendaraan bermotor.
Selain mudah dan murah. Bersepeda merupakan kegiatan olahraga yang baik untuk menjaga kelangsungan bumi kita. Dengan memilih sepeda sebagai alat transportasi harian. Kita sudah berkontribusi untuk mengurangi dampak menyebarnya polusi udara, mengurangi emisi gas rumah kaca, dan mencegah kemacetan. Bayangkan dengan bersepeda selama 25 menit setiap harinya, Anda mampu menyimpan sekitar 165 kg karbon dioksida selama satu tahun.
***
Bagaimana menurut sahabat semua? Alangkah banyak dan beragam sekali manfaat dalam bersepeda. Meskipun sepeda saya hanya ber-merek Phoenik dan saya bersepeda saat berangkat dan pulang kerja, saya tetap berbangga hati. Setidaknya masih ada banyak manfaat yang saya dapatkan dibalik kejadian hilangnya Red Devil. Bukan hanya itu saya juga bangga hidup di desa yang kaya akan sandang dan pangan. Juga dapat berkontribusi secara baik untuk bumi kita tercinta.
Baiklah sahabatku semua, marilah berolahraga sedari sekarang, terima kasih sudah membaca, dan jangan pernah abaikan bersepeda!!!!