DULU DAN SEKARANG

3 Apr 2012
Rasa sedih, bahagia, galau, atau yang sepupu dengan itu mungkin sering kali hinggap pada setiap mahkluk yang diciptakan tuhan. Namun, perasaan ihlas dan bersyukur jarang sekali manusia rasakan. Apa benar demikian kawan?.
Salah satu bukti nyata adalah keadaan yang sekarang ini saya alami, dulu begitu sangat bangga dengan apa yang saya dapatkan. Namun, sekarang perasaan menyesal yang setiap waktu selalu menemani. Kenapa bisa seperti itu?

Kadang saya sempat kecil hati dengan ketegasan tuhan yang membuat saya menjadi seperti ini, apa ini sebuah keadilan yang selama ini Engkau rencanakan?. Hingga pada suatu waktu saya bertemu dengan seorang pengamen jalanan yang bernyanyi melantunkan lagu dari satu rumah ke rumah yang lain, begitu seterusnya. Hingga saya berikir tidak ada lelahnya pengamen itu bernyanyi sambil berjalan dan sedikit saatnya menghisap rokok yang dibawa disaku celananya bagian belakang. Pada saat yang sama berjumpa lagi pada seorang pengemis yang meminta rupiah dari satu orang ke orang yang lain. Sama persis dengan pengamen tadi tiada henti berjuang untuk mencari rupiah. Begitu pula, terkadang keberadaan mereka sedikit diabaikan, padahal mereka berada pada orang yang lebih mampu darinya!. Apa itu sebuah keadilan Tuhan?

Sembari terus berjalan saya berikir, masih beruntung saya pada saat ini yang masih bisa bernafas dengan keadaan yang serba cukup. Walau keadaan yang saat ini sempat saya alami sedikit kurang beruntung dari pada yang dulu yang serba lebih berkecukupan.

Sekarang, hanyalah saat bagaimana saya harus bersikap lebih baik dari pada yang dulu. Mencoba lebih bersyukur walau keadaan sedikit kurang beruntung dari saat lalu. Masih ada sebuah senyuman yang selalu saya rindukan dari orang orang yang saya sayangi, masih ada sebuah motifasi yang sering kali saya dengarkan, dan masih ada pula yang memberi rokok walau kantong sedang kosong, hehehe....

BERUSAHA mungkin ini jalan satu satunya yang sekarang harus saya lakukan, sembari membahagiakan orang orang terdekat saya yang sudah lama menantikan geridu senyumanku. Pekerjaan yang sudah tidak bisa dipertahankan lagi biar menjadi moment yang tidak akan pernah bisa saya lupakan. Masih banyak yang harus saya lakukan selain hanya memikirkan polemik yang saat ini hinggap di setiap langkah langkah kecil. Saya yakin dengan seyakin yakinnya bahwa saya bisa bangkit dari problem ini, dan kembali lagi keudara dan berteriak SELAMAT TINGGAL MASALALU dan SELAMAT DATANG MASA SEKARANG..

6 komentar:

  1. adil itu tidak harus sama kang.. :-)

    BalasHapus
  2. salam sukses gan, bagi2 motivasi .,
    Hargailah hari kemarin,mimpikanlah hari esok, tetapi hiduplah untuk hari ini.,
    ditunggu kunjungan baliknya gan .,.

    BalasHapus
  3. Yapp, selalu berusaha yang pasti.
    utamanya hargai waktu........

    BalasHapus
  4. insyaAlloh mas.... KeepSpirit

    BalasHapus