SEHARI TANPA GADGET : LEBIH BANYAK WAKTU BERSAMA KELUARGA

19 Nov 2013
http://www.dreamstime.com/stock-photo-cartoon-mobile-phone-image29264870 


Oke, bicara mengenai Gadget memang tidak ada hentinya. Hampir sebagian besar waktu kita selalu dihabiskan dengan jenis teknologi yang satu ini. Contoh kongkrit saja, Handphone. Barang ajaib yang satu ini tidak dapat lepas dari rutinitas kita sehari-hari. Karena tanpa Handphone kita tidak dapat terhubung oleh teman, sahabat, saudara, bahkan relasi kerja. Cukup hanya menekan beberapa digit nomor saja, kita dapat berbicara panjang lebar dengan orang yang jauh disana. Cukup hanya dengan memijit beberapa kata saja kita dapat berhubungan dengan orang lain layaknya kita berbicara dengan orang tersebut.

Gadget bagi saya adalah kebutuhan. Kebutuhan untuk berkomunikasi. Kebutuhan untuk menjalin silaturahmi. Juga kebutuhan untuk membangun dan memperkuat jaringan relasi kerja. Dan semua itu bergantung dengan jenis teknologi bernama Gadget.


Ketika saya masih menjabat sebagai seksi Administrasi Youth And Community di PT. XL Axiata tahun lalu. Kehidupan saya hampir seratus persen tidak pernah bisa lepas dari Gadget. Pagi, setelah Check Lock dan duduk di ruang kerja, saya harus merekap semua data yang masuk ke meja saya, lalu saya input ke web master database perusahaan. Tentunya kegiatan penginputan data harus menggunakan Gadget ber-LCD 14 Inchi bernama Laptop.

Setelah semua Canvaser dan Representative berkumpul di ruang meeting, saya harus memverivikasi dan mempresentasikan data-data yang sudah saya masukkan ke dalam web kepada masing-masing Canvaser juga para Representative dengan dibantu para Supervisor dan Admin lainnya. Tentunya hal ini juga masih menggunakan Gadget jenis Laptop dan Proyektor juga Audio.

Terlepas dari itu, saya juga harus berulang kali menekan tombol Answer pada Handphone, untuk menjelaskan dan menerima komplain serta kritikan dari para costumer tentang produck komunikasi kami. Belum lagi pengarahan dari para Canvaser tentang lokasi dan area mana saja yang harus dikunjungi. Semuanya juga menggunakan Gadget unik bernama Handphone.

Juga pada saat ini. Saya bekerja sebagai penjaga parkir dan penunggu setia beberapa monitor di Warung Internet. Seakan kebutuhan Gadget bukan hanya dinikmati bagi kaum dewasa saja namun juga menarik minat kaum anak-anak yang masih duduk di SMP bahkan hingga SD. Baik untuk memecahkan tugas sekolahnya juga bermain games bahkan menikmati jejaring sosial seperti Facebook dan Twitter.

Seakan tiada habisnya kaum ini dalam menggunakan Gadget. Coba sekarang lihat disekeliling kita, sudah banyak orang yang menggunakan teknologi bernama Gadget. Tukang Pijit seperti ayah saya saja, sudah menggunakan Handphone untuk janjian bertemu dengan kliennya. Bahkan mengirim laporan antar kota, lebih cepat dengan menggunakan Laptop yang terhubung dengan Internet. Juga menulis, ngeblog, dan blogwallking, pastinya mengunakan Gadget bernama Laptop dan Komputer. Dan masih banyak lagi contoh kongkritnya.


Jika saya di tanya apa yang akan saya lakukan bila sehari tanpa Gadget? Walaupun ini sulit, dan tidak mungkin saya lakukan. Namun saya akan dengan senang hati melakukannya. Selain saya dapat meminimalisir pulsa walau sehari, saya juga dapat melakukan hal-hal bermanfaat seperti bersih-bersih rumah, cuci baju, dan juga refresing.

Saya terbiasa di ajari untuk hidup secara bersih. Jadi jangan heran bila saya jago sekali bersih-bersih. Terutama bersih-bersih kamar. Bahkan hampir satu bulan sekali saya menata ulang kamar saya. Mulai dari memindahkan lemari pakaian, merubah posisi tempat tidur, hingga medekorasi kamar. Tujuannya agar kebersihan terjaga dan bernuansa beda dalam kamar.

Sehari tanpa Gadget bagi saya adalah refresing ringan. Karena secara tidak langsung, saya terlepas dari rutinitas sehari-hari. Tidak (libur) kerja, santai tanpa dering telepon, juga dapat menyelesaikan beberapa Novel yang belum saya baca. Semuanya pasti terasa lebih nikmat.

Dengan sehari tanpa Gadget, saya juga dapat punya banyak waktu lebih banyak bersama keluarga. Menemani Mama memasak dan menjaga toko, momong adik perempuan, mengantar dan menjemput adik lelaki ke sekolah, juga membantu ayah pergi ke sawah.

Semuanya itu karena waktu saya bersama keluarga sangatlah minim. Berangkat pagi dan harus pulang sore hari. Berkumpul dengan keluarga juga sangat jarang kami lakukan. Semuanya sibuk dengan urusan masing-masing. Saya menghargainya, karena sampai sedewasa ini saya merasakan keluarga yang bahagia dan rukun. Amin.

18 komentar:

  1. memang akan terasa lebih bahagia jika bisa ngumpul sama keluarga mas jas, saya sebagai anak kos juga merindukan masa masa itu :D

    sukses mas dengan GA ini, semoga jadi jawara :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya juga pernah pengalaman jadi anak Kos lo Sam.

      Walau tidak dalam waktu lama kayak sampean.

      Jadi anak kos, enak-enak gak enak ya... Hehe..

      Hapus
  2. Kamar mas Jaswan pasti bersih terus ya. Boleh dong main ke rumah bunda untuk bantu beres2 rumah ^_^

    BalasHapus
    Balasan
    1. saya setuju dengan Bunda Niken.. hehehe

      Hapus
    2. Bunda Niken : Hahaa iya nanti saya kesana dalam mimpi ya. Sambil bawa sapu dan kemucing ya.

      Mbk Zaitun : Saya ada tampang pembantu ya Mbk. Hehee.

      Terima kasih semua.

      Hapus
  3. kalo aq ga iso cak... susah ninggalin gadget.. pernah ketinggalan aja galau nya ga nguati hehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Loh ketinggalan dimana Mas. Kok bisa Galau barang iki le. Piye to ger...

      Hapus
  4. Betul, berkumpul bersama keluarga itu seru ^^

    Tidak terasa sudah seharian ya mas Imam hehe.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Duh ini yang baru ganti Cat datang. Hehee.

      Betul Mbk Titis, sangat menyenangkan sekali berkumpul dengan keluarga.

      Semoga keluarganya Mbk Titis juga selalu Rukun ya. Amin.

      Hapus
  5. Urusan gadget kalau ketinggalan sehari kayanya harus di pikir lagi deh, tadi di taruh di mana gitu Kang.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Awas kecopetan lo Mas Indra.

      Berarti Gadget memang kebutuhan mesti ya. Hehe..

      Hapus
  6. terkadang saya merasa, orang yang sedang bersama gadgetnya seakan memiliki dunia sendiri. Meski raga di rumah, tapi pikiran kemana-mana.
    jika sehari tanpa gadget, pasti banyak orang yang berkomunikasi secara langsung.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Setuju, raga dirumah tapi pikiran sampai kemana-mana.

      Ke Facebook, ke Twitter, ke Blog, dan masih banyak lagi.

      Terima kasih Mbk.

      Hapus
  7. Saya bisa sehari tanpa gadget, asal ada kegiatan laen yang lebih asyik :D

    BalasHapus
    Balasan
    1. Berarti sama dengan saya juga deh. Contohnya memancing dan swiming ke pemandian. Hiks Hehee..

      Hapus
  8. Biasanya da hari-har tertentu kita juga harus menutup gadget, agar kita dapat bisa lebih menikmati kehidupan bersama keluarga dan orang-orang yang ada di sekeliling kita.

    Salam

    BalasHapus
  9. sehari tanpa gadget emang paling TOP kalo dilewatkan bareng keluarga ya mas.. :)
    walaupun kerjaan bareng gadget, kalo ada sehari tanpa gadget, harusnya bos tetep kasih cuti full sehari hahahha...

    makasih dah ikutan ya... mas n mbak juri siap meluncur catattttt.. :)

    BalasHapus