AKU DAN KELUARGAKU

13 Jun 2013
Kita memang dituntut untuk beraktifitas dan bekerja setiap hari. Kadang kita pasti merasa penat, sumpek, bahkan capek.Dan disamping itu ada banyak pengorbanan yang harus kita relakan demi rutinitas kita. Salah satunya adalah kebersamaan, iya kebersamaan bersama keluarga, teman, sahabat, juga kekasih. Untuk itu kita harus bijaksana dalam mengatur dan membagi waktu.

Aku adalah seorang kakak dari dua orang adik. Adikku yang laki-laki namanya David, dia duduk dikelas VII di sebuah sekolah Negeri di Balung. Dia harus buru-buru berangkat pagi, sebab jarak antara rumah dan sekolahnya cukup jauh dan dia harus menempuh dengan naik sepeda mini. Dan yang paling kecil namanya Cheysa, dia masih berumur kurang lebih tiga tahun.


Dan kedua orang tua kandungku sibuk dengan masing-masing pekerjaannya. Ayahku di Surabaya bekerja sebagai Wiraswasta. Dan Mamaku sibuk sebagai Supervisor di perusaan dan gudang tembakau. Ada lagi orang tua angkatku. Ibu angkatku selain jadi ibu rumah tangga, beliau juga membuka warung kecil-kecilan di depan rumah. Dan Bapak angkatku sibuk bertani dan berkebun setiap harinya. Jadi aku punya dua orang tua sekaligus.



Itulah kesibukan keluarga besarku. Ketika aku bangun pagi dirumah sudah sepi, yang ada hanya Ibu angkatku yang sibuk menata barang-barang dan sayuran guna keperluan tokonya. Dan Cheysa pun sibuk dengan mainannya. David sudah berangkat sekolah sedari jam enam pagi dan mamaku juga bapak angkatku sudah berangkat ke sawah saat mentari belum muncul. Tetapi sarapan pagiku sudah siap dimeja makan. Dan semuanya Mamaku yang menyiapkan."Terimakasih Mama, i love you".

Begitu juga saat aku pulang. Aku dapati Mama baru pulang dari ladang. David sudah berangkat belajar mengaji di mushola samping rumah. Cheysa sudah rewel karena mengantuk. Bapak sama Ibuk juga masih sibuk jaga toko. Dan akupun seperti biasa nongkrong tiduran dikamar karena capek.

Namun, disela kesibukan kita yang cukup padat. Aku dan keluarga punya acara sendiri untuk sekedar berbagi cerita dan bercanda. Yaitu tiap jelang malam kita sering ngumpul bersama. Nonton televisi bersama. Dan saling berbincang-bincang ringan. Ini yang membuatku senang. Karena disela-sela kesibukan yang padat masih ada sedikit waktu untuk bersama menyemai cinta. Walaupun itu hanya sebentar. Karena kita harus segera istirahat karena aktifitas esok hari sudah menanti.

Dan kalau untuk Ayahku. Mama sering sekali telpon tiap malam. Ayahku memang jarang sekali pulang, bisa dibilang satu bulan sekali atau bahkan bisa sampai dua bulan sekali beliau pulang. Beliau lah yang sudah berjuang keras memperjuangkan aku. Menghidupi keluarga kami, dan menjadi tulang punggung keluarga sekian lama. Beliau adalah pahlawan bagi keluarga kami. Dan kita disini cuma hanya bisa menelponnya setiap hari. Dan itu adalah salah satu usaha menyemai cinta dengan Ayah. "Yah, baik-baik ya disana".

Aku bersyukur. Sekarang aku bisa sedikit meringankan beban Mama. Karena setiap satu bulan sekali aku yang bertanggung jawab memenuhi kebutuhan jangka panjang keluarga kami. Seperti beli sabun mandi, pasta gigi, sabun cuci, pewangi pakaian, dan lain-lain biasanya aku yang menanggung dari hasil bulanan jaga warnet setiap hari. Mungkin ini juga tindakan menyemai cinta yang dapat saya lakukan untuk keluarga, khususnya Mama.

***

Menyemai cinta bagiku adalah sebuah cara agar keharmonisan sebuah keluarga tetap terjalin dengan baik. Dan kalian pasti punya banyak cara untuk itu. Tetap semangat dan berusahalah lebih baik.



41 komentar:

  1. Mas Jaswan, jadi mengenal keluargamu dengan kisah ini.
    Ayo bangun tahajud mas, hehehehe...

    Terima kasih partisipasinya, sudah tercatat sebagai peserta.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih Bunda Niken,

      Sudah saya terima stempelnya.

      Hapus
  2. Hayo tetap berjuang pantang menyerah...
    tapi jangan lupa berdoa dalam ibadahnya ya...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali Pak.

      Kita memang harus pantang untuk menyerah.

      Terimakasih pak

      Hapus
  3. wah terharu yaa baca ceritanya..salut seribu jempol buatmu..
    sukses yaa..
    tetep semangat

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih Tante ABG heheheeee

      Punya tante mana? ayok ikutan.

      Hapus
  4. meski keren2 ceritane :-)
    Sukses Kang GA nya... Semangatt hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Punya kamu juga keren lo dung.

      Terimakasih, sukses juga untukmu.

      Hapus
  5. Terharuuu.. hampir sama dengan kisah keluargaku yg jauh dari orang tua.
    hmm jadi galau mau ikutan GA ini :(

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jangan galau Mbk. Gak boleh heheheeee.

      Ikutan aja Mbk, biar tambah seru yok

      Hapus
  6. Semoga tetap bahagia bersama keluarga, dan sukses GAnya......

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih Mas Said atas kunjungan baliknya.

      Semoga Mas Ali juga sukses untuk kedepannya.

      Salam kenal.

      Hapus
  7. senengnya.. Punya orang tua banyak... Ayah 2 ibu juga 2, semga keluarganya selalu dikaruniai kesehatan dan kerukunan... Aamiin..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih Mbk Nova.

      Semoga Mbk Nova juga selalu di berkahi kerukunan dalam berkeluarga.

      Amien

      Hapus
  8. Sukse GA-nya mas... salam dangdut

    BalasHapus
  9. waaaah , aku juga I love Mama loooh hihi
    sukses mas :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya dong harus itu, wajib loh.

      Ayok ikutan dec, biar tambah rame

      Hapus
  10. patut bersyukur sob, masih ada sedikit waktu untuk keluarga.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mas. Alhamdulillah.

      Terimakasih atas kunjungannya.

      Hapus
  11. Anak yang sangat tahu bersyukur. Tetapah seperti itu ya :)
    Moga menang :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih atas kunjungannya Mbk Mugniar.

      Kalau bersyukur tentunya bukan hanya tau dong Mbk Mugniar, tetapi harus melakukannya dan menerapkannya dalam kehidupan sehari- hari.

      Hapus
  12. Balasan
    1. Terimakasih bunda Hana.

      Terimakasih juga atas kunjungannya.

      Hapus
  13. tentang keluarga yg bersahaja. menarik. siapaun orangtua kita, bagaimana pun mreka, tetep kasih sayang adalah nomor satu. salam sukses selalu

    BalasHapus
    Balasan
    1. Saya sangat bersyukur untuk itu semua Mas Rusydi.

      Terimakasih, semoga kesuksesan juga menyertai Mas Rusydi sekeluarga.

      Hapus
  14. Banyak cara untuk menyemai cinta :)
    Semoga kamu beserta keluarga sehat selalu ya...

    BalasHapus
  15. Waaah, membaca ceritanya semakin merasa bersyukurnya aku. Semangat, salam buat adik-adik, juga buat orang tua yang sangat kamu cintai.

    Sukses GAnya ya

    Salam
    Astin

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih Mbk Astin.

      Salamnya segera saya sampaikan nanti.

      Salam kembali untuk keluarganya Mbk Astin juga ya.

      Hapus
  16. untuk menjaga keharmonisan gak boleh lelah untuk terus menyemai cinta :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul sekali Bunda, Setuju.

      Terus menyemai cinta

      Hapus
  17. adiknya cantik maz hehehehe :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Masih kecil kok mas, Kenapa?

      Naksir ya?

      Heheheee

      Hapus
  18. jadi mau nangis aku hemz..... N celalu chayo moga" menang buat mas

    BalasHapus
    Balasan
    1. Oke Terimakasih ya atas kunjungannya dan do'anya.

      Hapus
  19. datang berkunjung...
    seneng ya punya keluarga besar. gak benar benar kesepian di rumah.... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah Mas, kita masih diberi kesempatan untuk berbagi dan menyemai cinta tentunya.

      Terimakasih.

      Hapus
  20. suatu kenikmatan yang sangat layak untuk di syukuri banget, keep spirit!

    BalasHapus
  21. seru ceritanya ^^
    keluarga emang segalanya ya :')

    BalasHapus
  22. Mas Jaswan, ada pulsa 10.000 untuk dirimu.

    http://forgiveaway.blogspot.com/2013/07/pemenang-ga-menyemai-cinta.html

    BalasHapus