HUJAN, KAU INGATKAN AKU

30 Jun 2013
Sudah beberapa hari hujan mengguyur tiada henti. Kadang, ada perasaan males untuk keluar rumah. Padahal aku paling hobi sekali keluyuran. Selain aku harus rajin mencuci motor, aku juga harus sering laundry pakaianku yang selalu basah tiap kali pulang kerja.

Dan hari ini. Hujan kembali merintik begitu derasnya.Gemuruh suara petir pun tak juga mau mengalah. Warnet ini begitu sepi. Yang terdengar hanya hempasan angin blower kipas dan ayunan air yang saling bekejar-kejaran.

Ku lihat diluar sana. Anak-anak kecil menari-nari ditengah jalan, sambil sesekali menjahili temannya.

Hujan, kau ingatkan aku. Mengingatkan masa kecil yang begitu indah untuk dilewatkan. Mengingatkan kenakalan yang juga indah untuk dihapuskan. Masa kecil yang menggembirakan.

Dan, dibalik daun pintu disana. Terlihat wajah nan ikhlas yang menanti, melihat, dan menggembalakan perasaannya. Dia adalah seorang ibu dari anak yang terus berlari di depan rumahnya. Ibu dari seorang anak yang berperang dengan deburan hujan. Melawan rasa takutnya dengan petir yang tak berhenti bersautan. Anak yang berani.



Sedangkanku, melihat itu semua bak memutar sebuah film kehidupanku dulu. Saat Mama yang sedang merajut tikar, harus rela berlari mengejarku, berteriak memanggilku, dan tak pernah berhenti mendoakanku. Agar aku tak kedinginan dan lantas masuk angin.

Lalu Ayah, apa kabar kau disana?. Apakah tenagamu masih cukup kuat untuk menggayuh becak tuamu?. Apakah kau masih tegar dengan komitmenmu membahagiakan keluargamu?. Ayah aku merindukanmu, kapan kau pulang dengan sejuta ceritamu disana?. Disebuah kota bernama Surabaya yang dulunya sering menjadi roman-roman cerita keluarga kita.

Hujan, kau sanggup buatku menangis. Dan juga kau mampu mengingatkanku pada cerita-cerita ku dulu. Saat aku lugu dengan semua peringatan-Mu. Karena saat itu aku masih belajar, ya belajar untuk tetap buatmu ada dalam suka duka ku.

Ya Gusti yang maha Kuasa. Berikan kesehatan untuk semua orang yang menyayangiku. Berikan manfaat dari apa yang sudah mereka lakukan kepadaku. Dan pada suatu saat yang telah Engkau janjikan datang. Aku dan mereka semua termasuk dalam umat yang tetap menjujung tinggi ajaran-Mu. Amienn.

Seandainya hari ini aku mampu, menyerahkan jiwa ragaku untuk sebuah cinta kasih keluargaku. Mungkin aku tak kan berhenti untuk memunajat kepada-Mu. Atas semua yang telah kau beri untuk keluarga kami. Juga hari-hari kami.

22 komentar:

  1. Hujan dan rindu selalu menjadi sahabat sejati.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Memang benar bunda, dan hujan juga mendatangkan banyak inspirasi.

      Hapus
  2. hujaan, aq sejak kecil ga boleh hujan2 an mas... langsung dimarahi kalo ketauan hick hick

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hayooo ketauan bandel ya saat kecil dulu.

      Heheheeee

      Hapus
  3. di sidoarjo gak ada hujan mas hehehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Semuanya perlu disyukuri mas, kalau hujannya bersamaan, banjirnya juga bersamaan dong.

      hehe

      Hapus
    2. hehe iya bener juga mas

      Hapus
    3. Makanya mari kita sama sama berdoa untuk keselamatan juga kesejahteraan kita mas.

      Hapus
  4. Dalam ayatNya, Allah selalu mengatakan, Hujan adalah rahmat, tak pernah sekalipun diturunkan sebagai bencana :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Betul mas, Hujan adalah rahmat bagi setiap manusia.

      Terimakasih.

      Hapus
  5. Bagaiamanapun juga, harus tetap di syukuri. Nyatanya hujan mengingatkanmu akan kenangan kan?

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya mas setuju sekali.

      Kenangan memang perlu untuk diingat agar kita belajar semakin dewasa.

      Hapus
  6. hujan
    jangan lagi ada kata sedih
    hujan
    jangan lagi mewarnai rasa rindu
    tapi biarlah hujan menyemai cinta
    karena ia juga sedang bertasbih.

    hehhe...
    brsyukur....dmnapun ada hujan selalu teringat kenangn..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih puisinya Bu Nur.

      Bersyukur masih ada momet untuk mengingat kenangan indah di masa kecil dulu.

      Hapus
  7. Balasan
    1. Bisa dong Mbk.

      Coba aja menulis kala hujan turun, pasti beda rasanya.

      Hapus
  8. di paragaraf2 akhir, rasanya tersentuh bacanya, apalagi waktu cerita tentang ayah T_T

    BalasHapus
    Balasan
    1. Soalnya saya di tinggal ayah juga lama sekali lo mas.

      Tak, tau lah memang ini sudah jadi rencana-Nya.

      Ada hikmah di balik itu semua, dan saya juga bersyukur.

      Hapus
  9. hujan buat saya itu memang bisa bikin perasaan sedikit mellow. Salam dan do'a saya utk keluarga Imam, ya :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih Tante.

      Semoga kebahagiaan tetap berlimpah untuk Tante.

      Hapus
  10. Bikin terharuu dah kalo udah cerita orang tua... :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hanya ingin berbagi cerita Mbk. Terimakasih untuk kunjungannya..

      Hapus