MEMBACA BUNDA OF ARABIA

10 Jul 2013
 

Penyusun : Jihan Davinca, Euis Fauziah, Vica Item, Dini Fabria, Aina Hidayati, Mira Sonia, Ismiyati Afni, Alfiani Zulfikar, dan Nining Haerani
Penyunting : Triani Retna A.
Tata Letak : Dani Ardiansyah
Cover : Vica Item, Dini Fabria, dan Indah Ariawan
Foto Cover : Fouqil Raiz, Adwin Zulfikar, dan Tommy Kurniawan
Website : www.etalase.ariawan.net

Penerbit  : www.indie-publishing.com

Cetakan Pertama : Maret 2012
Cetakan Kedua : April 2012
ISBN : 978-602-9142-57-0

***

Sebelumnya aku belum pernah mengenal jauh tentang buku Bunda Of Arabia ini. Aku mendapatkannya dari salah seorang teman yang kebetulan saat itu tengah menggelar GA ultahnya yang ke 23 tahun. Iya betul sekali Tante Aiyu Citraningtias. Salah seorang perempuan yang berhasil membuat saya semakin bersemangat untuk belajar menulis dengan baik lewat hadiahnya ini. Jujur saya begitu senang mendapatkan hadiah buku ini. Karena ini merupakan salah satu apresiasi dari seorang sahabat yang sudah bersedia meloloskan postingan saya di event pesta ulang tahunnya. Tante Aiyu, terimakasih ya. Semoga panjang umur dan tercapai segala harapannya.

Kembali ke Bunda Of Arabia. Bahagia, mesti mungkin tak sebebas merpati. Kalimat ini mesti aku ingat. Sebelum membuka ke halaman berikutnya dan masih ku pangku buku ini di bagian cover depan. Dalam fikirku "apa yang kiranya diceritakan dalam buku ini?". Buku berwarna hijau gelap disertai siluet putih ini semakin membuatku penasaran. Ingin ku membacaya segera namun alarm ponselku berteriak kencang sekali, berusaha membentakku untuk cepat menuju tempat kerja.

Dan dugaanku benar, ini cerita sebuah perjalanan yang sangat religius. Mbk Jihan beserta rekan-rekannya mengemas dalam satu dokumentasi khusus dalam bentuk buku. Dari satu halaman ke halaman berikutnya. Dari satu judul ke judul berikutnya. Dan dari setiap cerita kecerita berikutnya. Dan aku berhenti tepat saat Mbk Dini Fabria muncul bersama tulisannya. "Tuntutlah Ilmu Hingga ke Negeri Gurun". Dan aku mengulangnya hingga dua kali untuk menuntaskan rasa penasaran, "benarkah?".


Begitu pula isi-isi yang lain dari pada buku ini memang sangat menarik untuk dibaca. Awal dari rasa takut untuk tinggal di Kota Jeddah, dan rasa berat meninggalkan Negara Indonesia. Membuat para ibu-ibu ini harus menyesuaikan diri di kota yang belum terbayang sebelumnya. Juga budaya dan sikap untuk tinggal disana.

Namun Mbk Jihan juga rekan-rekannya tak surut berusaha dan berjuang, demi kelangsungan kesejahteraan keluarganya. Dan akhirnya mereka semua nyaman dan hidup rukun disana, bersama orang-orang Indonesia yang sebelumnya juga turut tinggal disana jauh sebelum mereka datang.

Menceritakan tentang Jeddah, adalah sebuah naluri yang luar biasa. Dan menyimak cerita ke cerita yang lain membuatku semakin bangga dengan Negara pertiwi ini. Antara Jeddah dan Indonesia adalah sebuah wilayah yang sama-sama mengandung banyak sejarah yang kemerdekaannya harus tetap di junjung tinggi.

Banyak tempat yang indah disana, dan lewat buku ini. tempat-tempat itu seakan nyata dalam benak walau sedikitpun aku tak pernah melihatnya dengan kasat mata. Namun aku tetap berbahagia, setidaknya aku tau apa itu Jeddah walau hanya lewat 188 lembar halaman buku ini.

Bunda Of Arabia, melewati sebuah cerita dengan bahagia dan berakhir pula dengan bahagia. Perjuangan memang selalu luar biasa di akhir cerita.

Dan untuk buku dan cerita berikutnya tetap aku nanti. Bunda Of Arabia : Berakhir Pekan di Negeri Paman Syam.

28 komentar:

  1. Hai Om, aku juga sudah baca buku itu. Dapat dari Tante Ayu juga.
    Kekurangannya kurang banyak ceritanya, tahu tahu udah abis aja...
    Seru sih baca cerita orang Indo di Saudi...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Tante Una, welcom back. Hehe :p

      Memang hanya beberapa yang disajikan Tante, Namun kabarnya Bunda Of Arabia juga akan menelurkan lagi karya yang selanjutnya.

      Temanya: Bunda Of Arabia : Berakhir Pekan keNegeri Paman Syam (h)

      Hapus
    2. Ini kenapa kok jadi banyak tante2 yaaa?? huahahahha

      aku belum baca bukunya, masih dalam antrian hehe

      Hapus
  2. Halo mas Jaswan. Apa kabar? Semoga Ramadhan membawa keberkahan lahir batin.
    Gimana parkiran? Tetap rame khan? Atau malah agak sepi karena pada teraweh?

    Wah, sekarang jadi makin pinter deh buat review. Bikin penasaran sama buku yang direview.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Hai Bundaku, kabar anakmu disini baik kok. Parkiran terkondisikan dengan baik, walau jam terbang antara kita berdua (aku dan mas Lozz) berubah jam tayang.

      Membaca buku yang spiritual ini seakan menambah manfaat Ramadhan lo Bunda x-)

      Kalau saya pinter review berarti Bunda juga mesti bangga, Karena aku belajar pertama kali Review dalah Review tentang RCSB. (b)

      Hapus
  3. jadi penasaran sama bukunya. apalagi pasti pengalaman setiap perempuan yang menulis kisahnya beda-beda. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayok tante Ila serbu deh, atau ntar kalau aku punya dua, yang satu tak kasihkan ke Tante Ila deh.

      Hehehee :)

      Hapus
  4. Ah ya, aku juga mau review buku ini. Dapat dari mbak ayu juga. hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Monggo Mbk silahkan saja, dan dari sini Mbk Vera bisa menghubungi para penulisnya lewat tag link diatas.

      Terimakasih sudah berkunjung b-(

      Hapus
  5. jadi pengen baca novel ini juga, habis reviewnya bagus sih, hahah...

    wah hadiah dari GA, saya ngga ikutan tuh T_T

    BalasHapus
    Balasan
    1. Iya Mas sudah lama sih sebenarnya namun baru bisa meng hatam kan bacanya sekitar awal puasa kemarin.

      Jadi kayak pas gitu momentumnya. :>)

      Hapus
  6. jadi pengen travelling ke jeddah :(
    *gosok2 kartu ATM*

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ayo Tante Sari, aku juga pengen tapi lewat mimpi aja ya.

      Hik hik hik (o)

      Hapus
  7. Ehem..iki buku olehe hadiah GA yo, Mas. Selamat. Mugo-mugo tambah semangat nulise dan jangan sampai blognya dijadikan sarang laba-laba koyok blog ku, hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Aduhhh =p~ garai wedi sam.

      Emangnya blog ku sarang spiderman.

      Hihihiii

      Hapus
  8. Wah mas Imam makin jago ngereview buku...
    wis selamat ya mas.. tetep semangat menulis...

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah ya Pak, atas semangatnya selama ini.

      Saya juga banyak belajar dari pak Insan

      Hapus
  9. Wah,,,, hasil revei buku ya Kang. Sip...... banget deh. Semoga ketularan.

    Salam wisata

    BalasHapus
  10. Sugeng sore mas Jas

    Pinter sanget ngreview buku

    Saya sering baca buku tapi belum pernah mereview buku tersebut

    BalasHapus
  11. Sugeng sore mas Jas

    Pinter sanget ngreview buku

    Saya sering baca buku tapi belum pernah mereview buku tersebut

    BalasHapus
    Balasan
    1. Lo kok podo, iki awakmu kan sam. =p~

      Hapus
  12. sebetulnya buku ini sudah lama temen saya mb jihan membuatnya. sekarang mb jihan sudah pindah ke athlone irlandia. tapi dia tetap menulis dan makin hebat. sayang buku nya ini terbit indi. jd tidak dijual bebas. untung saya dapet gratis dr mb jihan langsung hihi

    bagus reveiw ny. maaf baru mampir y

    BalasHapus
    Balasan
    1. Jadi Mbk Hanna pernah bertemu langsung Mbk Jihan D. dong.

      Hemmm kok gak ajak ajak Mbk, kan saya bisa minta tandatangan dan foto bersama.

      Heheheee

      Hapus
  13. jad pengen baca, apa ini semacam cerita ibu2 yg jadi TKI atau yg laen.. setiap kehidupan wanita memang seru untuk ditelisik

    BalasHapus
    Balasan
    1. Ibu-ibu ini bukan TKI pak, tetapi mereka ikut ke Jeddah karena rata-rata ikut suaminya yang bertugas disana.

      Kenapa pak, juga mau ke Jeddah juga ya.

      Hehehe

      Hapus
  14. jadi penasaran dengan bukunya..pingin juga memilikinya :-)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Sebagai rasa semangat coba aja baca dulu sinopsisnya mas.

      Heheee :))

      Hapus