KETIKA MEMBACA RCSB

3 Jun 2013

bunda apa kabar?
masih ingat saya?
saya ngefans banget dengan bunda
bukunya bagus banget

Selasa, 28 Mei 2013.
Di kamar tidur.

Buku berwarna biru yang kudapat dari salah seorang kakak, masih terdiam manis didalam travel bagku. Aku akan membacanya saat sebelum tidur nanti. Aku masih asik dengan sapu lantaiku, membersihkan setiap lorong, dan mengelap lemari kayu juga meja belajarku. Tetapi serasa buku bergambar kupu-kupu itu menggodaku. Rembulan Cinta Seorang Bunda. Itu judulnya. Karena begitu penasaran dengan isinya akhirnya aku membukanya di halaman yang pertama. Disini rasa penasaranku bertambah hebat oleh komentar-komentar sahabat.

Abdul Cholik.
Membaca buku ini saya semakinyakin bahwa ketika cinta dan kasih sayang tumbuh subur dalam hati manusia maka muaranya akan mengejawantah dalam ucapan, sikap dan tingkah laku yang positif.

Akhmad Muhaimin Azzet.
Sungguh, Bunda Niken berhasil membawa pembaca pada kehidupan seorang ibu secara apa adanya, dengan masalah sekaligus jalan keluarnya, termasuk ketika menghadapi anak-anak maupun membangun hubungan dalam keluarga yang saling mendukung agar selalu bahagia.

Muhammad Ridwan Purnomo.
Maka aku tak pernah salah memanggilnya Bunda, dan buku ini benar-benar bisa menggambarkan rembulan yang bersembunyi dalam setiap rangkaian kata-kata yang terlahir dari jemari lentiknya.

Aisha S. Maharani.
Momen-momen yang terkesan sederhana dituturkan dengan kuat dan 'menyergap'. Penulis mampu membangun drama yang unik dan orisinal. Ini sungguh buku yang bagus dan sarat makna.

S. Syahroni Fauziyah.
Sebagai ibu muda aku memetik banyak pelajaran dari himpunan tulisan Bunda Niken. Aku semakin mantab menjalani peranku sebagai istri, ibu, dan pendidik-baik bagi anakku sendiri maupun murid-muridku.

Sungguh aku semakin gemetar untuk melangkah ke halaman berikutnya. Bagai seogok botol minuman yang tidak berisi. Hanya menyelam kagum bercampur fikiran-fikiran haru dan kian menderu. Bunda Niken Kusumowardhani. Tulisanmu bak air segar yang menyiram kering kehidupanku. You are is my inspiration.

Matahari Cinta, keping pertama yang indah. Dimana bagian ini dapat aku selesaikan sebelum tengah malam. Namun, sedari selesai membacanya, aku teringat sesuatu. Iya, aku ingat akan biyung-ku. Biyungku telah kembali pada yang menciptakan. seseorang yang benar-benar punya sejarah penting pada peta perjalananku. Menggapai saat aku menangis. Dan melepaskan kala aku tegar untuk bertahan. Biyung aku rindu suaramu juga pelukanmu.

Bagian ini kuat sekali menarik tubuhku dalam buaian kalimat-kalimatnya. Bagian ini dapat membuat lereng mataku basah, hingga menitih. Sungguh buku ini bak menyimpan kekuatan sakti yang mandraguna. Karena sanggup membawaku masuk dan sulit untuk keluar meninggalkannya.

Cerita tentang orang tua, anak, dan juga suaminya membuat rentetan nada yang terkias semakin mengalun bagai irama yang megah yang membuat siapapun yang membacanya dapat membuat kisah hidupnya bermakna. Bunda Niken aku ngefans banget marang sliramu.

Rabu, 29 Mei 2013.
Di Ruang Tamu.

Tadinya aku heran waktu baca komen di Lovely.
Kok mas Imam bisa baca buku aku.
Ehh trus ingat kalau mas Imam dekat sama mas Lozz.

Bunda Niken, terima kasih sudah bersedia membalas chatku di facebook. Sebenarnya aku tak pernah tau bahkan mengenal bunda lebih jauh. Hanya karena karyamu, kita bisa berteman. Saling canda, bercerita, juga bergembira. Aku bahagia bisa mengenalmu. Mengenalmu lebih jauh akan banyak tulisanmu.

Halaman ini mengingatkanku pada masa kecil dulu. Saat aku masih sering menagis dari pada berbicara. Saat aku masih kerap detetah dari pada berjalan sendiri. Saat aku masih suka mencoret-coret dinding dari pada menulisnya di kertas. Dan saat aku masih suka mendengarkan lantunan biyung dari pada nyenyak tidur sendiri.

Marah, jengkel, dan kesal yang dirasa orang tuaku tetap terngiang kala Keping kedua ini aku baca. Buah Hati. Sebuah cerita tentang perjuangan orang tua yang memberikan suri tauladan yang baik kepada anak-anaknya.

Luthfan sebal karena beban tugas dan ujian di sekolah semakin berat, dan pelajaran Fisika-lah yang tetap jadi momok baginya. Astri yang akibat beban belajar dan Ujian Nasional yang berat, dan juga tengah bermasalah dengan sahabatnya. Hilman yang selalu takut dan, dan ketakutan itu berimbas pada adiknya Fanni atau perlawanan kepada kedua kakaknya. Dan Fanni pun sedang bete karena kakanya kini tak punya waktu lagi untuk bermain dengannnya.

Sungguh berat menjadi orang tua. Namun ketangguhan Bunda Niken beserta suaminya tetap bisa menyelesaikan masalah anak-anaknya dengan baik dan dengan berdiskusi juga bertukar pendapat. Sungguh buku ini bagai cermin akan keceriaan dan kehidupan sebuah keluarga yang harmonis, rukun, dan damai. Maka tidak heran jika Bunda Niken bisa menemukan hidayah untuk anak-anak dan keluarganya.

Kamis, 30 Mei 2013.
Di Kamar Tidur.

bunda, selamat pagi.
masak apa hari ini?
bagi bagi sarapannya dong bunda.

Dan kini aku menikmati kembali hidangan yang disuguhkan oleh Bunda Niken di Keping Ketiga dan Keempat. Baiti Jannati - Rumahku Adalah Surgaku. Menceritakan tentang tingkah anak-anak yang selalu membuat aku tersenyum geli di setiap ceritanya. Bunda Niken mampu membuat anak-anaknya menjadi betah berada dirumah. Betah dengan kehidupan yang sedang dijalani. Bunda, sungguh aku benar-benar iri dengan kegembiraanmu.

Kini Rahasia-Rahasia membuatku merona dan tetap fokus akan ceritamu. Aku menyukai kepingan ini. Nuansanya ringan. Suhunya pun tenang. Dan sajian kata yang detil juga sederhana.

Jum'at, 31 Mei 2013.
Di Depan Rumah.

wah kemarin saya juga dapat undangan perpisahan bunda.
ya sudah bunda fokus sama adek astri aja dulu.
pasti dia seneng ditemani bundanya.

Buku ini masih dalam dekapan ketika pembatasnya sampai pada Kepingan Kelima. Kepingan yang terakhir, dan yang akan membuat aku selalu terkenang kedalam cerita cintanya.

Sebuah keluarga yang harmonis. sebuah keluarga yang romantis. dan juga keluarga yang dramatis. Semua menjadi satu dalam ikatan keceriaan dan kegembiraan.

Buku ini indah sekali. Aku turut bahagia karena bisa menjadi salah satu manusia yang beruntung dapat membaca, dan mengambil hikmahnya. Akhir yang bahagia, karena buku ini ditutup dengan Januari Milikmu.


Bunda Niken, inilah mengapa saya begitu sangat salut sekali atas cerita-ceritamu. Berharap semoga nanti kita dapat langsung berbincang-bincang. Ini wujud cinta saya kepada Bunda Niken. Aku bangga bisa mengenal Bunda. Mengenal satu diantara beberapa sosok yang mnginspirasi saya untuk lebih baik.

Bunda, mungkin hanya ini yang dapat aku tulis untukmu.
Terimakasih Bunda.


14 komentar:

  1. Subhanallah,
    mas Jaswan, bunda terharu sekali membaca ini semua. Sungguh tak menyangka kalau buku itu bisa menyentuh hati mas Jaswan sedemikian rupa. Bunda juga berterimakasih buat pertemanan yang manis ini.

    Masih banyak kok kekuranganku dalam kesemua peran itu. Saling mendoakan buat kebaikan kita bersama ya, mas.

    BalasHapus
    Balasan
    1. Alhamdulillah bunda.

      Saya bisa seperti ini juga karena hasil dari tangan-tangan bunda.

      Semoga bunda bangga ya.

      Hapus
    2. Sebetulnya bunda khawatir kalau berbangga2. Kuatirnya bunda jadi lupa diri. Padahal semua ini kan hanya cobaan dr Allah.
      Yang jelas, bunda bahagia tulisan bunda bisa bermanfaat buat orang lain. Apalagi bisa menambah sahabat.

      Yang hebat hanya Allah. Semoga kita dijauhkan dari hal2 yang membuat kita bersombong diri.

      Hapus
    3. Iya Bunda, saya mengerti dan faham.

      Insyaallah diluar sana masih banyak yang juga senada dengan saya.

      Ikut bahagia karena RCSB. Dan juga Bunda sendiri.

      Bahagia sekali bisa mengenal Bunda Niken.

      Alhamdulillah terimakasih sekali.

      Hapus
  2. Ikut Terharu...
    mana tissue...tisue..

    BalasHapus
    Balasan
    1. Tissue nya di Bunda Niken Pak.

      Heheheeeee

      Hapus
  3. komposisinya wez pas... :)

    BalasHapus
  4. Tulisan yang bisa menginspirasi. Mbak Niken memang hebat.
    Imam juga hebat. :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Terimakasih Mbk Susi atas kunjungannya.

      Lambai lambai dari Jember ya.

      Hapus
  5. salam kenal, Imam :)
    resensinya bagus sekali...
    saya sendiri belum membaca buku bunda Niken..
    mudah2an nanti ada kesempatan membacanya, insya Allah :)

    BalasHapus
    Balasan
    1. Kalau baca postingannya saya dan Mbk Lyliana gak baca buku aslinya gak afdool Mbk.

      Heheeeee

      Saya doakan semoga cepet segera dapat memiliki bukunya Bunda Niken.
      Atau ikutan GAnya Bunda Niken aja hadiahnya buku RCSB lo.

      Hapus
  6. jadi pengen baca bukunya juga..hehehe

    BalasHapus
    Balasan
    1. Makanya ikutan GA nya bunda Niken biar dapat to

      Hapus